Siap Bangun 20 Ribu Stasiun Tukar Baterai, MP Store dan VGreen Bidik Masa Depan Kendaraan Listrik Indonesia

Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung percepatan transisi energi bersih sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik yang lebih praktis dan efisien.

Mei 20, 2026 - 19:01
Siap Bangun 20 Ribu Stasiun Tukar Baterai, MP Store dan VGreen Bidik Masa Depan Kendaraan Listrik Indonesia

BANDUNG - Upaya mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. 

PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MP Store) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT VGreen Global Charging Station Investment Indonesia dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik nasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Bandung antara Presiden Direktur MP Store Abdul Muidz, SE, MM dan Direktur VGreen Indonesia Mai Truong Giang.

Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan menargetkan pembangunan sekitar 20.000 unit Battery Swap Station (BSS) di jaringan properti MP Store yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung percepatan transisi energi bersih sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik yang lebih praktis dan efisien.

Dalam skema kerja sama tersebut, MP Store akan menyediakan area lokasi di berbagai properti yang dikelolanya, mulai pusat perbelanjaan, area komersial, hingga perkantoran.

Sementara seluruh investasi pembangunan dan operasional Battery Swap Station, termasuk pengadaan mesin, konstruksi, instalasi, layanan internet, hingga biaya listrik akan ditanggung sepenuhnya oleh VGreen.

Presiden Direktur PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk, Abdul Muidz, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda energi berkelanjutan di Indonesia, Rabu (20/05/2026).

Menurut dia, jaringan properti yang dimiliki MP Store di berbagai daerah memiliki potensi besar untuk mempercepat pemerataan infrastruktur kendaraan listrik nasional.

“Penandatanganan MoU ini adalah langkah nyata MP Store dalam mendukung transisi energi bersih Indonesia. Kami ingin membuka akses jaringan properti kami untuk mempercepat pemerataan infrastruktur kendaraan listrik,” ujar Abdul Muidz.

Ia menilai, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur yang luas dan mudah dijangkau masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara sektor properti dan teknologi kendaraan listrik dinilai menjadi strategi penting untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem baru tersebut.

Sementara itu, Direktur VGreen Indonesia, Mai Truong Giang, menyebut jaringan properti MP Store menjadi aset strategis dalam memperluas akses layanan penukaran baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut dia, keberadaan Battery Swap Station di area-area komersial akan memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik dalam melakukan pengisian maupun penukaran baterai secara cepat.

“Jaringan properti MP Store yang tersebar luas akan mengakselerasi misi kami membangun ekosistem kendaraan listrik yang mudah diakses seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Dalam kerja sama tersebut, setiap unit Battery Swap Station akan menempati lahan seluas sekitar satu meter persegi dengan durasi sewa lima tahun. Nilai sewa ditetapkan sebesar Rp750 ribu per unit per bulan.

Jika target pembangunan 20.000 unit tercapai, nilai potensi sewa lahan disebut dapat mencapai sekitar Rp15 miliar per bulan.

Meski demikian, implementasi pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil kajian kelayakan dan kesepakatan kedua pihak.

Kerja sama ini juga masih bersifat non-mengikat secara finansial dan akan menjadi dasar penyusunan perjanjian definitif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan otoritas terkait.

Kolaborasi MP Store dan VGreen menjadi gambaran semakin besarnya perhatian dunia usaha terhadap masa depan kendaraan listrik di Indonesia. 

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap energi ramah lingkungan, pembangunan infrastruktur dinilai menjadi faktor utama dalam mempercepat perubahan menuju mobilitas berkelanjutan.

Dengan dukungan jaringan properti yang luas dan investasi infrastruktur yang masif, kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan kendaraan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di era transisi energi nasional. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow