Pemprov Jabar Jamin Stok Hewan Kurban Melimpah, Warga Antusias Sambut Idul Adha 2026

Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), stok hewan kurban di Jawa Barat mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Mei 20, 2026 - 19:01
Pemprov Jabar Jamin Stok Hewan Kurban Melimpah, Warga Antusias Sambut Idul Adha 2026

BANDUNG - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi.

Peningkatan stok sapi dan domba tahun ini dinilai menjadi sinyal positif tingginya kesiapan peternak sekaligus meningkatnya antusias masyarakat dalam berkurban.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), stok hewan kurban di Jawa Barat mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah domba diperkirakan mencapai 223.812 ekor, meningkat dari tahun lalu yang berada di angka 187.395 ekor.

Sementara itu, ketersediaan sapi juga naik signifikan menjadi 120.916 ekor dibandingkan Iduladha 2025 yang tercatat sebanyak 99.565 ekor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Linda Al Amin, mengatakan peningkatan stok tahun ini salah satunya dipengaruhi masih adanya sisa hewan kurban tahun sebelumnya yang belum terserap pasar.

Meski demikian, kondisi tersebut justru dinilai memperkuat kesiapan pasokan hewan kurban di Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Iduladha.

“Untuk stok hewan kurban tahun ini diperkirakan mencukupi dan tersedia dalam jumlah yang aman,” ujar Linda, Rabu (20/5/2026).

Selain sapi dan domba, ketersediaan kambing tahun ini diperkirakan mencapai 61.578 ekor. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 63.319 ekor.

Sedangkan stok kerbau justru mengalami peningkatan cukup besar, yakni mencapai 700 ekor dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 336 ekor.

Linda menjelaskan, pemerintah juga terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna memastikan ternak yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak.

Pengawasan lalu lintas hewan kurban, kata dia, telah dilakukan sejak Januari 2026 melalui sistem digital iSIKHNAS.

Selain memantau distribusi ternak, petugas juga memeriksa berbagai dokumen kesehatan hewan seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner.

“Semua hewan kurban dipastikan sudah mendapat vaksin penyakit mulut dan kuku,” katanya.

Saat ini, pemeriksaan langsung juga terus dilakukan ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban dan kandang peternak di berbagai daerah di Jawa Barat.

Petugas memeriksa kondisi fisik ternak serta memastikan tidak terdapat gejala penyakit tertentu sebelum hewan diberi stiker tanda sehat kurban.

Beberapa penyakit yang menjadi perhatian pemerintah di antaranya penyakit mulut dan kuku (PMK), penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD), cacingan, hingga gangguan kesehatan lainnya.

Menurut Linda, pemeriksaan akan diperketat menjelang hari penyembelihan melalui proses antemortem atau pemeriksaan sebelum penyembelihan.

Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik, usia hewan, hingga pengecekan gejala penyakit tertentu seperti kondisi hidung, mata, dan organ tubuh lainnya.

Tidak hanya sebelum penyembelihan, pengawasan juga dilakukan setelah hewan dipotong melalui pemeriksaan postmortem terhadap karkas, daging, hati, ginjal, limpa, hingga paru-paru.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkurban, ketersediaan stok hewan yang aman dan sehat menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Pemerintah berharap momentum Iduladha tahun ini tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi peternak lokal, tetapi juga memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan stok yang melimpah dan pengawasan kesehatan yang diperketat, Jawa Barat optimistis kebutuhan hewan kurban Iduladha 2026 dapat terpenuhi dengan baik. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow