Pasca Insiden Keracunan Massal, Satgas MBG Jember Evaluasi Total SPPG Karangsono

Menyikapi insiden luar biasa keracunan massal yang diduga kuat bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember langsung mengambil tindakan preventif dan r

Juli 16, 2026 - 16:31
Pasca Insiden Keracunan Massal, Satgas MBG Jember Evaluasi Total SPPG Karangsono
JEMBER -

Menyikapi insiden luar biasa keracunan massal yang diduga kuat bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember langsung mengambil tindakan preventif dan represif yang tegas.

 

Langkah cepat ini direalisasikan dengan melakukan inspeksi, evaluasi menyeluruh, serta edukasi ketat terhadap operasional Sentra Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) Karangsono.

 

​Satgas MBG Jember menegaskan bahwa keselamatan, kesehatan, dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar oleh pihak manapun.

Oleh karena itu, standardisasi ulang di seluruh lini produksi menjadi agenda mendesak yang wajib dipenuhi oleh pengelola SPPG Karangsono.

 

​Anggota Satgas MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyatakan bahwa pemulihan sistem ini tidak bisa dilakukan secara parsial.

Pihak SPPG Karangsono dituntut untuk segera membuka ruang komunikasi dan melakukan sosialisasi masif yang melibatkan struktur pemerintahan terkecil serta instansi pendidikan terkait.

 

​"Ke depannya, kami akan lakukan edukasi lagi secara ketat. Harapannya, pihak SPPG ini juga aktif melakukan sosialisasi kepada lembaga-lembaga sekolah, dengan bersinergi bersama perangkat desa setempat serta jajaran pihak sekolah selaku penerima manfaat," ujar Akhmad Helmi Luqman saat memberikan keterangan resmi di lokasi SPPG Karangsono, Kamis (16/7/2026).

 

Menurutnya, ​langkah kolaboratif ini dinilai penting untuk membangun kembali kepercayaan publik serta menciptakan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan masyarakat dan aparatur desa.

 

​Untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, Satgas MBG Jember menginstruksikan empat poin krusial yang wajib dijalankan oleh SPPG Karangsono dengan pengawasan melekat.

 

"Satgas meminta komitmen penuh dari pengelola untuk memastikan bahwa seluruh alur kerja mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi akhir berjalan lurus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, tanpa ada toleransi kelalaian sedikit pun dan Proses pengolahan makanan di dapur SPPG wajib menerapkan standar kebersihan tertinggi. Sterilisasi alat, kebersihan personel (penjamah makanan), serta sanitasi lingkungan tempat memasak harus dipastikan bebas dari risiko kontaminasi silang," jelas Helmi.

 

"Proses penyematan, pengemasan, hingga penyajian makanan ke wadah saji harus dilakukan dengan benar, bersih, dan sesuai dengan protokol kesehatan pangan yang aman dan SPPG berkewajiban membuktikan dan meyakinkan pihak manajemen sekolah secara transparan bahwa makanan yang dikirimkan telah melalui uji kelayakan internal dan aman untuk dikonsumsi para siswa," imbuhnya.

 

​Guna mengusut tuntas akar permasalahan dari insiden keracunan massal ini, Satgas MBG Jember bersama otoritas kesehatan terkait telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian.

"Seluruh sampel masakan yang diduga menjadi penyebab utama keracunan telah disita secara resmi untuk dimasukkan ke dalam laboratorium pengujian klinis. Investigasi ilmiah ini dilakukan secara objektif guna mengetahui kandungan bakteri, toksin, atau zat kontaminan lain yang memicu fatalitas kesehatan pada para siswa," ungkapnya.

Satgas MBG Jember menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum atau administratif yang lebih keras apabila ditemukan adanya unsur kelalaian fatal dalam proses penyediaan makanan ini.

"Operasional distribusi hanya akan diizinkan kembali berjalan normal setelah SPPG Karangsono terbukti secara faktual telah memenuhi seluruh standar higienitas yang ditetapkan oleh pemerintah," pungkas Helmi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow