Donald Trump Klaim AS Tak Butuh Bantuan Negara Lain untuk Buka Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya tidak membutuhkan bantuan pihak lain untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik dengan Iran.
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya tidak membutuhkan bantuan dari negara lain dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
“Saya tidak mendesak mereka, karena sikap saya adalah kami tidak membutuhkan siapa pun. Kami adalah negara terkuat di dunia. Kami memiliki militer terkuat di dunia. Kami tidak butuh mereka,” ujar Trump kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Trump menambahkan bahwa dalam beberapa situasi, ia tetap meminta respons dari negara lain bukan karena kebutuhan mendesak, melainkan untuk mengetahui sikap dan posisi mereka terhadap isu yang dihadapi.
Ia juga mengklaim bahwa sejumlah negara telah menyampaikan kesiapan untuk membantu Amerika Serikat dalam membuka kembali jalur strategis tersebut.
“Beberapa sangat antusias, tetapi beberapa lainnya tidak,” katanya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk wilayah ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di pihak sipil. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik ini berdampak pada terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global yang menghubungkan negara-negara Teluk Persia dengan pasar internasional.
Gangguan tersebut turut memengaruhi ekspor serta produksi minyak di kawasan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.(*)
Apa Reaksi Anda?