Toko Perabotan di Padayungan Tasikmalaya Terbakar, Dua Jam Lebih Petugas Damkar Berjibaku
Kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang memicu percikan api di dalam bangunan toko. Percikan api dengan cepat membesar karena di dalam toko terdapat banyak material yang mudah terbakar.
TASIKMALAYA Suasana dini hari di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Padayungan, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya mendadak berubah mencekam.
Sebuah toko perabotan rumah tangga yang berada di kawasan tersebut ludes dilalap si jago merah pada Jumat (13/3/2026) dini hari.
Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat warga sekitar panik. Cahaya merah menyala memantul di kegelapan malam, sementara kepulan asap tebal membumbung tinggi ke udara.
Peristiwa ini sontak membangunkan warga yang sedang terlelap dan memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Dua orang petugas saat berusaha memadamkan dengan menyemprotkan air, Jumat (13)3/2026) dini hari (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran pertama kali diketahui warga selepas tengah malam. Sejumlah warga yang masih terjaga melihat kepulan asap tebal keluar dari bangunan toko perabotan tersebut.
Awalnya warga mengira asap tersebut berasal dari aktivitas biasa. Namun dalam waktu singkat asap semakin tebal dan disertai percikan api dari dalam bangunan.
Warga yang menyadari adanya kebakaran segera berteriak memberi peringatan kepada warga lainnya. Beberapa warga kemudian langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian.
Tak lama setelah itu, api semakin berkobar hebat. Posisi bangunan toko yang berada di kawasan padat dengan bangunan lain membuat warga semakin khawatir api akan merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.
Cahaya kobaran api yang memerah di tengah gelapnya malam menambah suasana mencekam di lokasi kejadian. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus menyaksikan proses penanganan kebakaran.
Dari keterangan awal yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang memicu percikan api di dalam bangunan toko.
Percikan api tersebut kemudian dengan cepat membesar karena di dalam toko terdapat banyak material yang mudah terbakar.
Barang-barang seperti kasur, lemari plastik, serta berbagai perabot rumah tangga berbahan lunak menjadi bahan bakar yang mempercepat penyebaran api di dalam bangunan.
Akibatnya, dalam waktu singkat api menjalar ke seluruh bagian bangunan hingga akhirnya melalap hampir seluruh isi toko.
Kendala di Lapangan
Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, mereka sempat menghadapi kendala serius. Bangunan toko diketahui dalam kondisi terkunci sehingga menyulitkan petugas untuk masuk dan memulai proses pemadaman dari dalam.
Situasi tersebut membuat petugas harus mengambil langkah cepat. Untuk membuka akses masuk, petugas bahkan terpaksa menabrakkan mobil pemadam kebakaran ke pintu toko agar bisa segera menjangkau titik api di dalam bangunan.
Langkah dramatis tersebut dilakukan demi mempercepat proses pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya, Hanapi mengatakan kobaran api cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam toko.
Menurutnya, isi bangunan yang didominasi barang-barang berbahan plastik dan kain membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan.
“Di dalam bangunan terdapat banyak material yang mudah terbakar seperti kasur dan lemari plastik, sehingga api cepat membesar saat terjadi percikan,” ujarnya.
Proses Pemadaman nan Dramatis
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis. Kobaran api yang menjulang tinggi membuat suasana di lokasi kejadian dipenuhi cahaya merah menyala.
Puluhan warga terlihat memadati area sekitar lokasi kebakaran. Sebagian warga menyaksikan proses pemadaman dari kejauhan, sementara sebagian lainnya membantu petugas mengamankan lingkungan sekitar.
Untuk mengendalikan api, petugas menurunkan sejumlah armada pemadam kebakaran. Sedikitnya empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, ditambah dua unit mobil water supply serta satu unit mobil ranger.
Suasana jalan Perintis Kemerdekaan dipadati warga yang membantu memadamkan api. Jumat (13)3/2026) dini hari (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
“Total ada empat unit mobil pemadam yang diturunkan, dibantu dua mobil water supply dan satu mobil ranger. Kami juga dibantu armada dari Kabupaten untuk membantu proses pemadaman api,” kata Hanapi.
Petugas harus berjibaku selama lebih dari dua jam untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada sangat dekat dengan lokasi kebakaran.
Dalam proses pemadaman tersebut, seorang personel pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka saat menjalankan tugasnya.
Insiden tersebut terjadi ketika petugas berupaya mendobrak pintu toko untuk membuka akses masuk ke dalam bangunan. “Satu personel sempat mengalami luka saat proses mendobrak pintu toko, namun sudah mendapatkan penanganan medis,” jelas Hanapi.
Meski mengalami insiden tersebut, proses pemadaman tetap berlangsung hingga api berhasil dikendalikan. Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, petugas masih melanjutkan proses pendinginan di lokasi kejadian.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa api atau bara yang dapat memicu kebakaran kembali. “Pendinginan diperkirakan berlangsung hingga pagi hari untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” katanya.
Petugas terus menyisir bagian dalam bangunan untuk memastikan semua titik api benar-benar telah padam.
Kerugian Masih Dalam Pendataan
Sementara itu, terkait besaran kerugian akibat kebakaran tersebut hingga saat ini masih belum dapat dipastikan.
Petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan serta barang-barang yang terbakar di dalam toko. “Untuk kerugian sementara ini belum bisa ditentukan karena proses pendataan masih berlangsung,” pungkas Hanapi. (*)
Apa Reaksi Anda?