Pastikan Mudik Aman dan Nyaman, 1300 Personel Gabungan Disiagakan di Cianjur
Sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan satu pos terpadu telah disiapkan di berbagai titik strategis wilayah Cianjur.
CIANJUR Pemerintah Kabupaten Cianjur (Pemkab Cianjur) bersama jajaran kepolisian resmi memulai persiapan pengamanan mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kegiatan yang berlangsung tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapan personel, tetapi juga ditandai dengan pemusnahan barang bukti knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis demi menjaga kenyamanan serta ketertiban masyarakat selama masa lebaran.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Dishub, hingga partisipasi aktif dari anggota Pramuka.
Operasi yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari tersebut diharapkan mampu menjamin kelancaran arus lalu lintas. Wahyu berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sehingga para pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan kondisi selamat.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan hampir dua per tiga kekuatan personel untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan satu pos terpadu telah disiapkan di berbagai titik strategis.
Alexander menegaskan bahwa fasilitas tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi kepolisian, melainkan menjadi pos bersama bagi seluruh unsur pengamanan untuk melindungi warga.
Seluruh armada kendaraan dinas milik Polres Cianjur juga diterjunkan sepenuhnya untuk mendukung mobilitas dan keamanan di wilayah hukum Cianjur.
Alexander menyebutkan bahwa fasilitas roda dua maupun roda empat akan dioptimalkan demi memastikan keselamatan sekaligus kelancaran arus kendaraan.
"Hal ini dilakukan untuk melayani masyarakat lokal maupun pendatang yang sedang berada di Cianjur untuk berbagai keperluan selama masa libur panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Jumat (13/3/2026).
Terkait fenomena angkutan ilegal atau travel gelap, pihak kepolisian berkomitmen melakukan penegakan hukum secara adil dengan tetap mengedepankan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Sementara itu, kebijakan pembatasan kendaraan berat non-esensial mulai diberlakukan untuk jalur arteri guna mencegah kepadatan.
Larangan melintas ini dikecualikan bagi angkutan yang membawa kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, serta peralatan medis yang bersifat mendesak.
Lebih jauh penjagaan ketat ini akan dikawal mulai dari tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah lebaran dengan total personel gabungan mencapai 1.300 orang.
Kapolres mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan panggilan darurat 110 yang siaga selama 24 jam penuh jika membutuhkan bantuan atau pengawalan di perjalanan.
"Melalui persiapan matang ini, diharapkan perayaan Idul Fitri tahun 2026 bagi masyarakat Cianjur dapat berjalan jauh lebih baik dan aman," tandasnya menutup pernyataan. (*)
Apa Reaksi Anda?