Berjalan Lebih Baik, Sektor 2 Madinah Targetkan Jemaah Haji Indonesia Masuk Kamar 30 Menit Setelah Tiba
Kepala Sektor 2 Madinah Iskandar Mahyudin mengatakan, sistem koordinasi dan informasi dini telah diterapkan agar seluruh petugas dapat langsung bergerak cepat begitu rombongan jemaah tiba di pemondoka
JAKARTA - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Madinah memastikan kesiapan penuh dalam menyambut kedatangan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah.
Kepala Sektor 2 Madinah Iskandar Mahyudin mengatakan, sistem koordinasi dan informasi dini telah diterapkan agar seluruh petugas dapat langsung bergerak cepat begitu rombongan jemaah tiba di pemondokan.
Ia menjelaskan kepastian data kedatangan menjadi kunci utama dalam melakukan persiapan di lapangan. "Ketika jemaah datang, kita sudah dapat informasi. Dan sebelum kedatangan jemaah, 2 jam sebelumnya kita sudah standby di lokasi,” ucap Iskandar Mahyudin di salah satu hotel di sektor 2 Madinah kepada Media Center Haji di Madinah dikutip pada Rabu (10/6/2026).
"Kita sudah berkolaborasi semua tusi (tugas fungsi), baik tusi akomodasi, transportasi, kemudian tusi landis, tusi kesehatan, semua kita berkolaborasi untuk menyambut kedatangan jemaah," sambungnya.
Menurutnya, sinergi antarlini ini juga mencakup kesiapan data mengenai jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) maupun yang membutuhkan alat bantu. ia menegaskan bahwa penanganan khusus telah dirancang sejak awal.
"Dan kita akan mendapatkan data berapa yang jumlah jemaah risti, yang perlu kursi roda, yang perlu mungkin bantuan, segala macam, sudah kita persiapkan. Bahkan tim landis sudah siap dengan kursi roda apabila dibutuhkan oleh jemaah, termasuk juga tim kesehatan," tuturnya.
Ia menjelaskan, antisipasi terhadap jemaah yang membutuhkan kursi roda pun dilakukan secara spesifik berdasarkan manifes data yang diterima dari kota sebelumnya. Hal ini dilakukan agar tidak ada jemaah yang telantar saat turun dari bus.
"Jadi ketika jemaah, itu kan kita sudah dapat datanya nih dari Mekah, berapa orang yang butuh kursi roda, maka tim landis sudah siap dengan kursi roda yang kita bawa dari kita," jelasnya.
Ia mengungkapkan, selain fasilitas kursi roda, aspek kesehatan jemaah juga menjadi prioritas utama yang langsung diperiksa begitu rombongan tiba di hotel. Petugas akan langsung berkoordinasi dengan perangkat kloter untuk menyisir jemaah yang membutuhkan penanganan medis darurat.
"Ketika jemaah datang, kita akan tanya di Kloter apakah ada permasalahan di jemaah, masalah kesehatan, apabila ada maka akan segera kita lanjuti, kita berikan pengobatan, tindakan pertama dari tim kesehatan yang ada di sektor," jelasnya.
Evaluasi dari fase kedatangan gelombang pertama menjadi modal penting bagi Sektor 2 untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada gelombang kedua ini. Ia bersyukur proses kedatangan kini berjalan jauh lebih tertib dan lancar.
"Alhamdulillah kedatangan di gelombang kedua ini sudah mulai landai ya, karena kita berdasarkan pengalaman gelombang 1, kita lakukan setiap perbaikan, setiap tusi layanan, sudah mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin pernah terjadi di gelombang 1. Sehingga Alhamdulillah ketika kedatangan, langsung kita evakuasi semua jemaah untuk dapat masuk langsung ke kamar, kita kasihkan kunci, mereka langsung bisa istirahat," ungkapnya.
Pihak Sektor 2 Daker Madinah pun menetapkan target waktu yang ketat agar jemaah bisa segera memulihkan stamina mereka setelah perjalanan panjang.
"30 menit kita targetkan bahwasanya jemaah bus pertama datang, pas segala macam jemaah sudah masuk ke kamar masing-masing. Untuk koper itu menyusul, jadi koper ini kita jemaah kita usahakan naik dahulu, kemudian koper kita letakkan di lantai per lantai kamar jemaah yang ada," tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?