Pemkab Bondowoso Akan Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Tamanan

Pemkab Bondowoso bangun ulang 6 rumah korban kebakaran di Desa Sumber Anom dengan anggaran Rp20 juta per unit. 12 paket bantuan darurat disalurkan. 5 rumah ludes, 2 rusak ringan, 1 musala rusak.

Agustus 1, 2026 - 17:01
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Tamanan
BONDOWOSO -

Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan akan membangun kembali rumah warga yang terdampak kebakaran hebat di Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan. 

Enam rumah yang mengalami kerusakan akibat peristiwa kebakaran, Jumat (31/7/2026), akan diperbaiki melalui anggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru).

Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i mengatakan, setiap rumah dialokasikan anggaran sekitar Rp20 juta untuk proses perbaikan.

"Per rumah dianggarkan Rp20 juta," kata As'ad saat meninjau sekaligus menemui para korban kebakaran.

Selama proses pembangunan berlangsung, para korban tidak akan menempati hunian sementara yang telah disiapkan pemerintah. Mereka memilih tinggal di rumah sanak keluarga hingga rumahnya selesai diperbaiki.

Selain memastikan perbaikan rumah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menyalurkan bantuan darurat kepada para korban melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sebanyak 12 paket bantuan diserahkan, berisi kompor gas, velbed, peralatan memasak, lauk-pauk, selimut, terpal, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk meringankan beban para penyintas.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Sumber Anom pada Jumat (31/7/2026) sore. Api melahap lima rumah hingga rata dengan tanah dan menyebabkan total delapan bangunan terdampak.

Dari jumlah tersebut, lima rumah ludes terbakar, dua rumah mengalami kerusakan ringan, sedangkan satu musala mengalami kerusakan pada bagian atap.

Kerugian tidak hanya berupa bangunan. Seekor sapi milik warga mati terpanggang, sekitar lima kuintal pupuk urea hangus terbakar, serta uang tunai senilai Rp52,5 juta ikut musnah dilalap api.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam. Setelah api berhasil dikendalikan, personel Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa dan kecamatan, serta warga bergotong royong mengevakuasi puing-puing dan menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow