DKPPP dan DPR RI Fasilitasi Benih Gratis dan Bioflok untuk Tingkatkan Konsumsi Ikan Warga Banjar

Gubernur Jatim Khofifah kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik, tekankan pencegahan bullying dan pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan.

Agustus 1, 2026 - 18:01
DKPPP dan DPR RI Fasilitasi Benih Gratis dan Bioflok untuk Tingkatkan Konsumsi Ikan Warga Banjar

BANJAR - Tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Banjar dinilai masih tergolong rendah, yakni berada di angka sekitar 24 kg per kapita per tahun atau kurang dari 1 kilogram per bulan per orang. 

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjar bersama Anggota DPR RI Dapil Jabar X, Dr. Hj. Rina Saadah, Lc., M.Si., memperkuat sinergi melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam agenda silaturahmi dan sosialisasi di Aula Kelurahan Mekarsari Kota Banjar, Sabtu (1/8/2026).

​Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Banjar Ir. Yoyon Cuhyon, S.Pt., M.Si., Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd., Ketua Dewan Syuro PKB Kota Banjar H. Gunung Gunawan Abdul Jawad, serta jajaran pengurus DPC, DPAC, dan badan otonom partai.

Tingkat Konsumsi Masih Rendah, DKPPP Sediakan Benih Ikan Gratis
​Dalam pemaparannya, Kepala DKPPP Kota Banjar, Ir. Yoyon Cuhyon, mengungkapkan bahwa nutrisi dan kandungan protein pada ikan sangat krusial untuk menunjang tumbuh kembang serta kecerdasan anak-anak.

Meski angka konsumsi ikan saat ini masih terbilang rendah, Yoyon optimis target konsumsi akan meningkat seiring berjalannya program Gemarikan dan dukungan fasilitas bagi para budidaya lokal.

​"Produksi ikan di Kota Banjar pada kurun waktu 2023 hingga 2025 terus mengalami peningkatan berkat dukungan fasilitas, seperti kolam bioflok yang telah direalisasikan. Selain itu, Pemerintah Kota Banjar memiliki Balai Benih Ikan. Masyarakat yang memiliki kolam dapat mengajukan dan mendapatkan benih ikan secara gratis," jelas Yoyon Cuhyon.

​Langkah ini diharapkan tidak hanya mendorong pemenuhan gizi di tingkat rumah tangga, tetapi juga memperkuat keberlangsungan para pembudidaya dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di Kota Banjar.

Amanat Ekonomi Konstitusi dan Ketahanan Pangan
Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Saadah, Lc., M.Si., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat di sektor pertanian, perikanan, kelautan, perhutanan, dan ketahanan pangan.

​Dalam sambutannya, Rina Saadah menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan jajaran pengurus DPC PKB Kota Banjar yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kawasan Kota Tua, Jakarta. Ia berharap kepengurusan baru tersebut menjadi energi besar bagi perjuangan kader dalam memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat Kota Banjar.

​"Sesuai dengan amanat ekonomi konstitusi yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945, seluruh kekayaan air, tanah, dan sumber daya alam dikelola oleh negara semata-mata untuk kemakmuran rakyat. Termasuk sektor perikanan, kelautan, dan pertanian. Tugas kita bersama adalah memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Rina.

Rina menyoroti pentingnya konsumsi gizi seimbang di tingkat rumah tangga, khususnya protein dari ikan. Meskipun Kota Banjar tidak memiliki wilayah perairan laut, pengembangan sektor budidaya perikanan darat dan pembagian benih ikan melalui dinas terkait diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga serta menekan angka stunting.

​"Alhamdulillah, sinergi pemerintah daerah dan masyarakat telah berhasil menurunkan angka stunting di Kota Banjar secara signifikan, dari yang semula berada di kisaran 9.000-an kini turun ke angka 3.000-an," tambahnya.

Rina Saadah menekankan pentingnya membiasakan pola makan gizi seimbang pada anak-anak. Menurutnya, pemenuhan gizi tidak harus mahal, dan ikan merupakan salah satu sumber protein yang terjangkau serta kaya manfaat.

Dialog Interaktif: Menyerap Aspirasi UMKM dan Pemuda
​Suasana acara semakin hidup saat Rina Saadah membuka ruang dialog langsung bersama para kader yang hadir. Rina berinteraksi dengan Siti Vivi Sofia, Ketua Perempuan Bangsa Kota Banjar, untuk menyerap aspirasi terkait kondisi perekonomian warga.

​Siti Vivi menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat Kota Banjar bergerak di bidang perdagangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia berharap pemerintah dan legislator terus memberikan bantuan permodalan, pelatihan UMKM, serta rutin melakukan sosialisasi ke wilayah Kota Banjar.

​Selain sektor UMKM, Rina juga berdialog dengan kader muda, Jujang Farid dari Purwaharja selaku Ketua GACES. Jujang menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang masih mengalami ketergantungan pada gadget, sehingga membutuhkan pendekatan dan pendampingan yang lebih masif melalui peran orang tua dan komunitas daerah.

Kawal Program Aspirasi dan Beasiswa Pendidikan
​Menanggapi berbagai masukan tersebut, Rina Saadah menegaskan komitmennya di tingkat pusat untuk mengawal program-program strategis mitra kerja DPR RI, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian LHK, BUMN Pupuk, hingga Bulog.

Rina memaparkan sejumlah program aspirasi yang telah disalurkan ke masyarakat, di antaranya bantuan alsintan (traktor, pompa air, rice transplanter), hingga program pembuatan kolam bioflok. Ke depan, ia juga berkomitmen untuk mengawal penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) melalui kader-kader daerah agar tepat sasaran.

​"Sebagai kader, kita harus tahu karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Mari kita bersama-sama turun ke lapangan, mengawal apa yang menjadi aspirasi warga, serta menghadirkan solusi nyata," pungkas Rina Saadah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow