Jaadugar: A Witch in Mongolia, Anime yang Angkat Budaya Islam
Jaadugar: A Witch in Mongolia mengikuti perjalanan Sitara, seorang gadis yang hidupnya berubah setelah invasi Mongol yang menghancurkan dunianya.
JAKARTA - Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia mendadak ramai menjadi topik pembicaraan hangat di media sosial. Sebabnya anime ini mengangkat budaya Islam dengan latar peradaban Persia di abad ke-13.
Anime ini digarap oleh Science SARU bersama Naoko Yamada, yang diadaptasi dari manga peraih penghargaan internasional berjudul A Witch's Life in Mongol karya Tomato Soup.
Dalam trailer adegan dibuka dengan lantunan azan. Jaadugar: A Witch in Mongolia mengikuti perjalanan Sitara, seorang gadis yang hidupnya berubah setelah invasi Mongol yang menghancurkan dunianya.
Ia tinggal di Kota Tus, Persia yang pada masa itu menjadi saalah satu pusatperadaban Islam. Siatara tinggal di lingkungan cendekiawan muslim, hingga ia terbiasa dengan buku-buku sumber ilmu pengetahuan.
Uniknya kata sihir atau witch pada judul rupanya bukanlah sihir dalam arti yang sebenarnya. Sihir yang dimaksud adalah ilmu pengetahuan dan kecerdasan yang dimiliki Sitara.
Jaadugar: A Witch in Mongolia diisi suara olehi Akira Sekine sebagai Sitara, Houko Kuwashima sebagai Fatima, dan Jun Saito sebagai Muhammad.
Karakter Zumurrud, budak Persia berdarah Barat diisi suara oleh aktir Iran Farahnaz Nikray.
Anime ini juga merekrut dua pegulat sumo asal Mongolia untuk mengisi suara Genggis Khan dan Manpei Tamashoho, prajurit Mongol yang tangguh.
Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia sudah mulai tayang sejak 4 Juli 2026. Anda dapat menyaksikannya secara resmi di platform streaming Crunchyroll. (*)
Apa Reaksi Anda?