Mangkrak 14 Tahun, DPRD Sidoarjo Cari Solusi Kelanjutan Pasar Wadungasri
Pimpinan DPRD Sidoarjo Warih Andono menyoroti Pasar Wadungasri yang mangkrak sejak 2011. DPRD berencana menggelar hearing untuk melanjutkan proyek pasar modern tersebut.
SIDOARJO - Bangunan Pasar Wadungasri di Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, hingga kini masih terbengkalai setelah 14 tahun tidak selesai dibangun. Gedung yang semula dirancang menjadi pasar modern itu mangkrak sejak proyek dimulai pada 2011.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Pimpinan DPRD Sidoarjo, Warih Andono. Politisi senior Partai Golkar itu melakukan inspeksi mendadak ke lokasi untuk melihat langsung kondisi bangunan.
Warih menyayangkan proyek pasar yang tak kunjung rampung selama lebih dari satu dekade. Menurutnya, aset milik pemerintah daerah itu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini bukan temuan baru, tapi ini adalah aset Pemkab Sidoarjo yang direncanakan untuk pasar modern sejak 2011 dan mangkrak hingga 2017. Jika aset ini dibiarkan begitu saja, tentu mubazir,” ujar Warih Andono saat ditemui di Kantor DPRD Sidoarjo, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab terhentinya proyek pembangunan pasar tersebut karena kontraktor pemenang tender meninggal dunia. Kondisi itu berdampak pada pendanaan dan kelanjutan proses konstruksi.
Selain persoalan pembangunan, Warih juga menyoroti aktivitas parkir liar di area bawah gedung pasar. Menurutnya, karena lahan tersebut merupakan aset daerah, pengelolaan parkir harus diatur secara resmi agar dapat masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tadi saya sampaikan, sementara ini kan tidak ada pungutan resmi. Artinya, yang parkir di bawah itu sifatnya pribadi-pribadi. Namun, sebagai aset daerah, hal ini tidak boleh dibiarkan tanpa aturan yang jelas. Harus ada pembagian hasil parkir sesuai ketentuan,” tegasnya.
Untuk mencari solusi, DPRD Sidoarjo akan mengadakan rapat dengar pendapat dengan semua pihak dalam waktu dekat. Hearing tersebut akan menghadirkan sejumlah pihak terkait, mulai dari dinas terkait, bagian aset, hingga kontraktor yang pernah menangani proyek tersebut.
“Kami sudah menelepon pimpinan Komisi B untuk segera melakukan hearing minggu ini. Kita akan bedah kembali perhitungannya dan melihat apakah kontraktor yang ada masih sanggup melanjutkan atau perlu langkah hukum dan teknis lainnya,” katanya.
Warih berharap gedung pasar yang direncanakan memiliki tiga hingga empat lantai itu dapat segera difungsikan. Ia juga mendorong agar pasar baru nantinya terintegrasi dengan pasar lama di sisi selatan untuk mendukung perekonomian warga Wadungasri dan sekitarnya.
Dalam sidak tersebut, Warih turut didampingi Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo, Setya Handaka, beserta jajaran terkait. Mereka memberikan penjelasan mengenai kondisi teknis dan progres fisik bangunan.
“Kalau secara teknis kita ini masih baru, nanti akan cek dulu. Intinya kita siap jika pasar akan dilanjutkan pembangunannya. Rencana pengelolaannya kita harus mengikuti perkembangan zaman agar bisa bersaing,” ungkapnya. (*)
Apa Reaksi Anda?