Trump Akui Fokus Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir, Bukan Kondisi Ekonomi Warga Amerika
Donald Trump tidak peduli dengan jeritan ekonomi rakyatnya, dan ia lebih mementingkan memerangi Iran untuk menghentikan program nuklirnya, meskipun harus mengeluarkan biaya yang tinggi yang berasal da
JAKARTA - Donald Trump tidak peduli dengan jeritan ekonomi rakyatnya, dan ia lebih mementingkan memerangi Iran untuk menghentikan program nuklirnya, meskipun harus mengeluarkan biaya yang tinggi yang berasal dari pajak warganya.
Hal itu terucap sendiri dari mulutnya sendiri saat ia ditanya wartawan tentang situasi keuangan warga Amerika Serikat dalam soal memotivasinya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.
"Satu-satunya hal yang penting, ketika saya berbicara tentang Iran, mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” katanya sebelum meninggalkan Gedung Putih untuk perjalanan ke China.
"Saya tidak memikirkan situasi keuangan warga Amerika. Saya tidak memikirkan siapa pun. Saya hanya memikirkan satu hal, bahwa kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itu saja. Itulah satu-satunya hal yang memotivasi saya," tegas Donald Trump.
Trump mengatakan, bahwa kesulitan keuangan warga Amerika bukanlah faktor dalam pengambilan keputusannya saat ia berupaya menegosiasikan untuk mengakhiri memerangi Iran, dengan mengatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir adalah prioritas utamanya.
Trump sendiri kini berada dibawah tekanan yang semakin besar dari sesama anggota Partai Republik yang khawatir bahwa penderitaan ekonomi yang disebabkan oleh perangi Iran itu bisa memicu reaksi negatif terhadap partai tersebut dan menyebabkan hilangnya kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat dan mungkin juga Senat pada bulan November.
Sementara itu, Selasa kemarin Pentagon mengatakan, bahwa biaya perang dengan Iran telah meningkat menjadi hampir $ 29 miliar, $4 miliar lebih tinggi daripada yang dilaporkan Menteri Pertahanan, Pete Hegseth dua minggu lalu.
Angka baru dari Pentagon tersebut yang diungkapkan oleh Departemen Pertahanan selama sidang anggaran di Capitol Hill.
Kenaikan biaya energi yang terkait dengan konflik Iran itu telah membuat kenaikan harga bensin dan berkontribusi pada inflasi.
Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menimpali, bahwa “tanggung jawab utama Trump adalah keselamatan dan keamanan warga Amerika. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan jika tindakan tidak diambil, mereka akan memilikinya, yang mengancam semua warga Amerika.”
Menteri Perang, Pete Hegseth bersama Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan sempat memberikan kesaksian tentang permintaan anggaran $1,5 triliun untuk tahun 2027 bersama kepala keuangan Pentagon Jules Hurst III ketika mereka ditanya tentang pembaruan biaya perang.
"Pada saat kesaksian... itu adalah $25 miliar dolar," kata Hurst kepada anggota parlemen, merujuk pada perkiraan Hegseth pada 29 April 2026 lalu.
"Tetapi tim staf gabungan dan tim pengawas keuangan terus-menerus meninjau perkiraan itu, dan sekarang kami pikir itu lebih dekat ke 29 miliar," katanya mengutip pembaruan “biaya perbaikan dan penggantian peralatan” dan pengeluaran operasional yang lebih luas.
Ketika didesak tentang kapan Kongres akan menerima perhitungan yang lebih lengkap tentang biaya perang, Hegseth mengatakan pemerintah akan meminta “apa pun yang menurut kami dibutuhkan” secara terpisah dari anggaran utama Pentagon, tetapi tidak mengatakan kapan permintaan tambahan itu akan tiba.
Kesaksian itu muncul ketika gencatan senjata AS-Iran yang rapuh tampak semakin goyah, dengan Trump memperingatkan pada hari Senin bahwa gencatan senjata tersebut berada dalam "kondisi kritis" setelah menolak proposal perdamaian terbaru Teheran.
Partai Demokrat menggunakan sidang tersebut untuk mengecam pemerintahan terkait membengkaknya biaya perang dan apa yang mereka gambarkan sebagai kurangnya transparansi tentang tujuan AS.
Iran sendiri telah berulangkali mengatakan tidak akan mungkin negaranya menyerang Amerika Serikat yang jaraknya sangat jauh itu dengan senjata nuklir. Program nuklir Iran sejauh ini adalah untuk kepentingan ilmiah dan untuk perdamaian.
Namun Amerika Serikat atas "bisikan" Israel bersikukuh untuk menghancurkan program nuklir Iran, bahkan Presiden Donald Trump cenderung memilih solusi akan memerangi Iran sekalipun harus mengeluarkan biaya tinggi. (*)
Apa Reaksi Anda?