Waspadai 'Pisau Bermata Dua' Teknologi, Dinsos P3A Banjar Edukasi Kader hingga Forum Anak Soal KBGO
Dinsos P3A Kota Banjar gelar sosialisasi “Membangun Ruang Aman bagi Perempuan” untuk cegah kekerasan berbasis gender online dan offline, perkuat literasi digital, pendampingan, dan pelaporan.
BANJAR - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bak pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan bagi perempuan untuk belajar dan berkembang, namun di sisi lain memicu suburnya ancaman baru di ruang siber.
Menyikapi fenomena tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar menggelar sosialisasi masif bertajuk "Membangun Ruang Aman bagi Perempuan di Dunia Maya dan Nyata" di Ruang Rapat Gunung Sangkur, Setda Kota Banjar, Rabu (17/6/2026).
Kepala Bidang P3A Dinsos Kota Banjar, Yurniati, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya tantangan yang dihadapi perempuan, baik di dunia maya maupun nyata.
Mulai dari kekerasan fisik dan verbal di kehidupan sehari-hari hingga Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) seperti cyberbullying, pelecehan seksual daring, penyebaran konten pribadi tanpa izin (doxxing), hingga penipuan digital.
"Kehidupan masyarakat saat ini semakin terhubung dengan teknologi digital. Seiring meningkatnya aktivitas siber perempuan untuk bekerja dan bersosialisasi, risiko menjadi korban kejahatan digital juga semakin tinggi. Inilah mengapa kita fokus pada ancaman maya tanpa mengesampingkan dunia nyata," ujar Yurniati seusai kegiatan.
Sinergi Lintas Sektor dan Antusiasme Tinggi
Acara yang menyasar para kader PKK tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan, Forum Anak, serta unsur perangkat desa, kelurahan, dan kecamatan ini berlangsung kondusif.
Pihak Dinsos menyatakan tidak ada kendala berarti dalam persiapan berkat koordinasi yang solid.
"Alhamdulillah, sejauh ini persiapan dan kolaborasi lintas sektor berjalan lancar. Antusiasme peserta juga sangat luar biasa, terbukti seluruh undangan hadir memenuhi ruangan," tambahnya.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya DPPKB, Satpol PP, PKK, Forum Anak, dan Dinas Pendidikan. Untuk mengupas materi secara komprehensif, Dinsos menghadirkan sejumlah narasumber, mulai dari Wakil Wali Kota Banjar Supriana, psikolog, unsur kewilayahan (camat), hingga Kanit Tipidter Polres Banjar.
Poin Edukasi Penting: Dari Privasi hingga Anti-Victim Blaming
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta dibekali sejumlah materi penting, antara lain:
- Pemahaman ruang aman dan bentuk kekerasan, dengan mengenali hak-hak perempuan serta dampak kekerasan fisik, psikologis, seksual, hingga ekonomi.
- Keamanan digital, meliputi pentingnya menjaga privasi, menggunakan kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, serta mengenali modus phishing dan akun palsu.
- Strategi perlindungan diri, seperti cara merespons pelecehan, mengamankan barang bukti digital, dan membangun keberanian untuk melapor.
- Membangun budaya etis di ruang siber, dengan menjadi saksi yang peduli (active bystander), menolak perilaku menyalahkan korban (victim blaming), dan menumbuhkan empati.
Program Keberlanjutan Dinsos P3A Kota Banjar
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam melindungi perempuan, Dinsos P3A Kota Banjar telah menyiapkan tiga pilar program utama, yaitu:
- Edukasi dan Konseling, melalui layanan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga).
- Penanganan Kuratif, berupa penanganan langsung dan pendampingan korban melalui UPTD PPPA.
- Pencegahan, melalui sosialisasi berkala secara masif di tengah masyarakat.
Imbauan kepada Masyarakat
Di akhir keterangannya, Yurniati mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak abai ketika melihat atau mengalami tindakan kekerasan di lingkungannya.
"Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah responsif secara berjenjang, yakni menyelesaikan atau meredam konflik awal bersama pihak desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Kemudian melaporkan kasus kekerasan secara resmi ke UPTD PPPA untuk penanganan lebih lanjut, serta memanfaatkan layanan PUSPAGA guna mendapatkan edukasi dan pendampingan psikologis yang diperlukan," imbaunya.
Melalui gerakan bersama ini, Kota Banjar diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang inklusif, aman, dan ramah bagi perempuan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. (*)
Apa Reaksi Anda?