Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX di Sekadau Dilanjutkan Besok
Proses evakuasi korban helikopter PT Matthew Air PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, ditunda hingga Sabtu pagi akibat medan terjal dan cuaca ekstrem. Tim gabungan telah mencapai titik lokasi namun terpaks
SEKADAU - Tim pencarian gabungan memutuskan untuk menunda proses evakuasi korban helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX hingga Sabtu (17/4) besok. Keputusan ini diambil lantaran kondisi medan yang ekstrem dan terbatasnya jarak pandang di lokasi jatuhnya helikopter, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Kabagops Polres Sekadau, AKP Sugiyanto, mengonfirmasi bahwa personel sebenarnya telah berhasil mencapai titik koordinat jatuhnya helikopter pada Jumat malam. Namun, faktor keamanan menjadi pertimbangan utama penghentian sementara operasi tersebut.
"Tim sudah berada di lokasi jatuhnya helikopter. Namun karena kondisi gelap dan medan yang terjal, evakuasi belum memungkinkan dilakukan malam ini," ujar Sugiyanto di Nanga Taman, Jumat (16/4/2026) malam.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta warga setempat terpaksa bermalam (bivak) di sekitar 50 meter dari titik kejadian.
"Kami bivak terlebih dahulu di atas bukit. Besok pagi evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan peralatan yang saat ini sudah mulai dikirim ke lokasi," lanjutnya.
Upaya Pencarian Maksimal
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak, I Made Junetra, menyatakan bahwa upaya pencarian telah dimaksimalkan setelah adanya temuan serpihan helikopter dari hasil pantauan udara.
"Setelah briefing, kami menerima informasi awal adanya serpihan di titik koordinat yang telah diidentifikasi. Namun ini masih berdasarkan pengamatan dari udara,” tutur Junetra.
Ia menambahkan, operasi udara dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali untuk memastikan titik presisi lokasi jatuhnya pesawat. Meski demikian, pergerakan tim darat yang dipimpin oleh on-scene commander (OSC) dari Sintang harus menghadapi tantangan berat berupa kemiringan tebing yang curam dan vegetasi hutan yang sangat rapat.
Persiapan Identifikasi Korban
Sebagai langkah antisipasi, Basarnas telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyiagakan tim Disaster Victim Identification (DVI). Fasilitas medis seperti rumah sakit dan unit ambulans juga telah disiapkan untuk menyambut hasil evakuasi. Selain itu, posko utama telah didirikan di Pontianak sebagai pusat informasi bagi keluarga korban.
Helikopter jenis Airbus H130 tersebut membawa delapan orang, yang terdiri dari Kapten Marindra W (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), serta enam penumpang yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan data kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB. Pesawat kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat tengah menempuh perjalanan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus memantau situasi di lapangan dengan memprioritaskan keselamatan seluruh personel SAR yang bertugas. (*)
Apa Reaksi Anda?