Lokakarya Komunikasi Risiko Zoonosis di Kabupaten Malang Perkuat Peran Media Tangkal Hoaks Kesehatan

Portkesmas, RCCE, dan Dinkes Kabupaten Malang menggelar lokakarya komunikasi risiko zoonosis di Puskesmas Tumpang untuk tingkatkan kapasitas jurnalis tangkal hoaks.

Juli 23, 2026 - 20:31
Lokakarya Komunikasi Risiko Zoonosis di Kabupaten Malang Perkuat Peran Media Tangkal Hoaks Kesehatan
MALANG -

Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi penyakit zoonosis dan penyakit infeksi baru terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui "Lokakarya Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru: Penguatan Mekanisme Penanganan Hoaks Kesehatan" yang digelar di Puskesmas Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk media briefing atau orientasi media tersebut diselenggarakan oleh Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) bersama Risk Communication and Community Engagement (RCCE), berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Lokakarya ini diikuti oleh insan media sebagai upaya meningkatkan kapasitas jurnalis dalam meliput isu kesehatan, khususnya penyakit zoonosis dan infeksi baru.

Selama kegiatan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya komunikasi risiko kesehatan, strategi pelibatan masyarakat, serta mekanisme penanganan hoaks kesehatan yang marak beredar. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mendukung penyampaian informasi kesehatan yang akurat, kredibel, dan mudah dipahami publik.

zoonosis-adit
Skema penularan, resiko dan cara pencegahan Zoonosis yang menjadi materi pada lokakarya yang diadakan di Puskesmas Tumpang, Kamis (23/7/2026). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Selain menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, lokakarya turut melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang. Keterlibatan ini menjadi bagian dari penguatan pendekatan lintas sektor dalam pencegahan dan pengendalian penyakit yang menular dari hewan ke manusia.

Materi yang disampaikan mencakup strategi pemerintah daerah dalam memperkuat komunikasi risiko penyakit zoonosis, pelibatan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit infeksi baru, hingga penguatan sinergi antarinstansi untuk menangkal disinformasi kesehatan.

Dalam lokakarya ini, media massa dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pemberitaan berbasis fakta, media diharapkan mampu mengedukasi masyarakat sekaligus meminimalkan penyebaran informasi yang menyesatkan.

Pentingnya Kesiapsiagaan dan Edukasi Lintas Sektor

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Titis Ari R., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi penyakit zoonosis harus dibangun jauh sebelum terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun wabah.

"Keberhasilan pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada respons saat wabah terjadi, tetapi juga pada upaya yang dilakukan pada masa tenang atau ketika belum ada kasus. Upaya tersebut meliputi penguatan komunikasi risiko, surveilans, serta kolaborasi lintas sektor sejak dini," ujar dr. Titis.

zoonosis-adit
Ketua Pokja RCCE, Rizki Ika Safitri, saat membuka diskusi lokakarya yang dilaksanakan di Puskesmas Tumpang, Kamis (23/7/2026). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan dan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, drh. Lucia Endah Sukesi, menjelaskan bahwa berbagai penyakit zoonosis pada dasarnya dapat dicegah apabila masyarakat memahami cara penularannya dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten.

Lucia merincikan beberapa langkah pencegahan penyakit zoonosis, di antaranya:

  • Rabies: Ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan seperti anjing, kucing, dan kera. Risiko dapat ditekan melalui vaksinasi hewan peliharaan secara berkala.

  • Leptospirosis: Mengancam saat musim hujan akibat air yang tercemar urine tikus. Penggunaan alas kaki tertutup seperti sepatu bot menjadi langkah pencegahan utama.

  • Flu Burung: Masyarakat diimbau menghindari kontak dengan unggas sakit atau mati mendadak. Daging dan telur unggas tetap aman dikonsumsi selama dimasak hingga matang.

  • Antraks: Menular melalui kontak dengan ternak sakit atau penanganan bangkai hewan terinfeksi. Masyarakat dilarang menyembelih atau mengonsumsi ternak sakit/mati mendadak dan diminta segera melapor ke dinas terkait.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja RCCE, Rizki Ika Safitri, menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang benar sebagai dasar mengambil tindakan yang tepat.

"Masyarakat berhak mendapatkan informasi penting yang dapat menyelamatkan jiwa. Informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami akan mendorong masyarakat menerapkan perilaku pencegahan. Karena itu, selain tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan media memiliki peran penting untuk memastikan pesan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tutur Rizki.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap informasi kesehatan resmi, sehingga hoaks dan disinformasi dapat ditangkal sejak dini. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow