Elon Musk Tantang Christopher Nolan dengan Film AI 'The Odyssey', Klaim Lebih Akurat Secara Historis

Elon Musk mengklaim akan membuat film The Odyssey berbasis AI melalui Grok Imagine. Pernyataan itu muncul di tengah kritiknya terhadap film garapan Christopher Nolan.

Juli 23, 2026 - 12:30
Elon Musk Tantang Christopher Nolan dengan Film AI 'The Odyssey', Klaim Lebih Akurat Secara Historis
JAKARTA -

Perseteruan tak langsung antara CEO Tesla Elon Musk dan sutradara peraih Oscar Christopher Nolan kembali memanas. Setelah mengkritik pemilihan pemain dalam film The Odyssey garapan Nolan, Musk kini mengklaim akan membuat film tandingan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang disebutnya lebih "akurat secara historis".

Melalui akun media sosial X, Musk mengumumkan bahwa teknologi pembuat video AI miliknya, Grok Imagine, akan memproduksi film panjang The Odyssey sebelum akhir 2026.

"Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara sejarah dan setia pada karya Homer," tulis Musk.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan. Pasalnya, The Odyssey karya Homer merupakan epos mitologi Yunani yang sarat unsur fantasi, seperti kemunculan Cyclops serta campur tangan dewa-dewi, termasuk Athena dan Poseidon.

Banyak warganet mempertanyakan klaim Musk mengenai "keakuratan sejarah" terhadap kisah yang secara umum dipandang sebagai karya sastra mitologi.

Tak berhenti di situ, Musk juga menyatakan ketertarikannya mendanai proyek tersebut apabila disutradarai oleh Mel Gibson, menggunakan kapal dan persenjataan yang otentik, serta seluruh dialog dibawakan dalam bahasa Yunani Homerik.

Nolan Tetap Konsisten Menolak AI

Di sisi lain, kritik Musk tidak memengaruhi penerimaan publik terhadap The Odyssey garapan Christopher Nolan.

Film yang mengandalkan efek praktis khas Nolan itu mendapat sambutan positif dengan meraih skor 94 persen dari kritikus dan 97 persen dari penonton di Rotten Tomatoes, menjadikannya salah satu film dengan penilaian tertinggi sepanjang karier sang sutradara.

Nolan sendiri dikenal sebagai salah satu sineas yang secara terbuka menolak penggunaan AI dalam proses kreatif perfilman.

Dalam wawancara bersama kreator konten Hugo Travers (HugoDécrypte), Nolan menggambarkan AI sebagai "Trojan Horse" atau Kuda Troya.

"Saya pikir AI adalah Kuda Troya yang semua orang sebenarnya sudah tahu kalau prajurit Yunani ada di dalamnya. Ini adalah kuda transparan yang terbuat dari kaca," ujar Nolan.

Menurutnya, masyarakat, khususnya generasi muda, justru menunjukkan sikap skeptis terhadap perkembangan AI.

Ia mengaku belum pernah melihat teknologi yang berkembang begitu cepat, tetapi pada saat yang sama menghadapi penolakan yang cukup luas dari publik.

"Saya belum pernah melihat teknologi yang berkembang begitu pesat namun ditolak secara total oleh publik," katanya.

Nolan menilai sikap kritis masyarakat terhadap AI merupakan hal yang sehat agar publik tidak terjebak pada anggapan bahwa setiap teknologi baru pasti membawa dampak positif.

Hollywood Perketat Aturan AI

Kekhawatiran terhadap AI juga semakin mengemuka di industri perfilman Hollywood.

Isu perlindungan pekerja kreatif dari penggunaan AI generatif menjadi salah satu perhatian utama dalam perjanjian kerja terbaru Directors Guild of America (DGA).

Di tengah maraknya penggunaan AI dalam industri kreatif, Nolan tetap mempertahankan pendekatan sinema konvensional. Film The Odyssey bahkan disebut menjadi film fitur pertama yang seluruh proses produksinya dilakukan menggunakan kamera dan pita film IMAX.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow