Danareksa dan BAZNAS Putar Ekonomi Mikro Lewat Kurban

Holding BUMN Danareksa bersama BAZNAS menyalurkan hewan kurban langsung dari peternak mustahik desa ke kawasan industri PT SIER Surabaya untuk 3.000 penerima manfaat.

Mei 28, 2026 - 16:31
Danareksa dan BAZNAS Putar Ekonomi Mikro Lewat Kurban

SURABAYA - Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak sekadar menjadi ritus ibadah tahunan di Kota Surabaya. Holding BUMN Danareksa bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengonversi momen ini menjadi siklus ekonomi produktif dari hulu pedesaan hingga ke hilir kawasan industri urban lewat program “Kurban Berkah Berdayakan Desa”.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyaluran 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang dipusatkan di area PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kamis (28/5/2026). Hewan kurban yang diserahkan tidak dibeli melalui jalur tengkulak, melainkan dipasok langsung dari Balai Ternak BAZNAS yang dikelola oleh peternak mustahik di pedesaan.

Mekanisme ini dirancang untuk memotong rantai pasok perantara yang kerap merugikan peternak kecil. Dengan membeli langsung dari Balai Ternak binaan, dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Holding Danareksa dan seluruh anak usahanya mengalir langsung sebagai modal dan keuntungan bagi ekosistem UMKM peternakan di desa.

hewan kurban 2

Aktivitas ini menjadi bagian dari strategi BAZNAS secara nasional dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menggandeng lintas sektor, mulai dari BUMN hingga pelaku UMKM daerah.

Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, dan Inovasi BAZNAS, Syarifuddin, memaparkan bahwa program kolaborasi yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2018 ini didesain secara inklusif untuk menyentuh langsung aspek penguatan usaha mikro di berbagai daerah.

“Kita membantu UMKM yang sifatnya kecil-kecil, seperti jualan ibu-ibu di beberapa daerah. Kita branding dan siapkan modalnya,” ujar Syarifuddin di Surabaya, Kamis (28/5/2026).

Ia juga memastikan seluruh proses tata kelola, mulai dari pemodalan peternak di hulu hingga penyaluran di hilir, berjalan transparan melalui penguatan manajemen dan audit berkala.

“BAZNAS ini seluruh programnya diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dan audit syariah dari Kementerian Agama. Insyaallah semua yang kita laksanakan akan kita kerjakan sesuai dengan ketentuan regulasi dan aturan syariah,” katanya.

Setelah ekonomi peternak di hulu bergerak, dampak program ini disalurkan ke wilayah urban Kota Pahlawan melalui perbaikan konsumsi pangan masyarakat. Melalui koordinasi PT SIER dengan perangkat kelurahan setempat, belasan hewan kurban tersebut dikonversi menjadi sekitar 3.000 paket daging yang menyasar kelompok penerima manfaat di sekitar kawasan industri.

Syarifuddin menegaskan bahwa distribusi logistik ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gizi bagi warga yang membutuhkan demi menekan ketimpangan di wilayah urban-industrial.

“Kami akan mendistribusikan kepada pihak-pihak terutama mustahik, karena kita concern di isu peningkatan gizi bagi mustahik,” tambahnya.

Apresiasi terhadap dampak ekonomi dan sosial ini juga tercermin dari peningkatan volume hewan kurban yang disalurkan Danareksa tahun ini, dari yang sebelumnya berbasis di Indonesia Timur (Makassar) kini merambah ke Jawa Timur.

Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Ngurah Wirawan, menegaskan komitmen korporasi agar roda ekonomi mikro berbasis penguatan tata kelola ini bisa terus berputar di berbagai wilayah industri tanah air.

“Mudah-mudahan tahun depan di kota kawasan industri mana pun kami berada bisa lebih banyak lagi,” pungkas Ngurah Wirawan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow