Cegah Begal dan Knalpot Brong, Polres Banjar Gelar Razia Stasioner hingga Patroli Skala Besar
Polres Banjar gelar razia stasioner dan patroli skala besar dalam program Jaga Rawat Jawa Barat untuk cegah kejahatan jalanan, begal, dan menertibkan knalpot brong.
BANJAR - Dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Polres Banjar menggelar kegiatan razia stasioner serta patroli gabungan skala besar di kawasan Simpang Tugu Pahlawan, Kota Banjar, Sabtu (25/7/2026) malam.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk realisasi program "Jaga Rawat Jawa Barat" dari Kapolda Jabar guna mengantisipasi kejahatan jalanan dan aksi pembegalan.
Kegiatan pemeriksaan menyasar kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas, terutama yang menunjukkan indikasi mencurigakan.
"Malam hari ini kita melaksanakan kegiatan razia stasioner dalam rangka Jaga Rawat Jawa Barat sesuai program Bapak Kapolda, untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan dan antisipasi begal," ujar Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro di lokasi razia.
Selain kelengkapan dokumen dan fisik kendaraan seperti plat nomor, penertiban knalpot brong menjadi salah satu prioritas utama petugas.
"Kebisingan dari knalpot tidak standar ini dinilai telah meresahkan warga dan berpotensi memicu gangguan psikologis masyarakat sekitar," tuturnya.
Hingga saat ini, Polres Banjar telah mengamankan lebih dari 300 unit kendaraan yang menggunakan knalpot brong. Temuan tersebut tersebar di berbagai wilayah kecamatan, seperti Pataruman dan Banjar.
Kapolres menambahkan bahwa pelanggar tidak hanya didominasi warga lokal Kota Banjar, tetapi juga mencakup wilayah perbatasan seperti Langensari, Lakbok, hingga warga dari area Jawa Tengah.
Langkah Preventif hingga ke Desa dan Bengkel
Untuk mengoptimalkan penindakan, Polres Banjar mengerahkan Tim URC, Tim Prabares, serta jajaran Satlantas untuk menyisir daerah rawan. Di sisi lain, strategi pencegahan berbasis kewilayahan juga terus digalakkan.
"Kita bekerja sama dengan pemerintah desa, khususnya Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Saat kegiatan sambang desa, jika dijumpai warga yang mengimbau atau menggunakan knalpot brong, petugas akan langsung memberikan teguran," jelasnya.
Upaya preventif ini juga menyasar hulu penjualan. Kepolisian aktif menyosialisasikan larangan penggunaan knalpot tidak standar kepada pemilik bengkel serta penjual variasi dan onderdil kendaraan bermotor di Kota Banjar.
Meski razia digelar secara ketat, situasi keamanan di Kota Banjar dilaporkan tetap terkendali tanpa adanya laporan insiden kejahatan jalanan yang menonjol. Pihak kepolisian berharap sinergi antara petugas dan masyarakat dapat terus terjalin demi mempertahankan iklim Kota Banjar yang aman, nyaman, dan kondusif.(*)
Apa Reaksi Anda?