Kursi Ketua KONI Kota Batu Segera Diperebutkan

Pergantian kepemimpinan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu segera dimulai. Kursi Ketua KONI bakal diperebutkan.

Juli 23, 2026 - 20:01
Kursi Ketua KONI Kota Batu Segera Diperebutkan

BATU - Pergantian kepemimpinan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu segera dimulai. Berakhirnya masa bakti pengurus periode 2022–2026 menjadi penanda dimulainya tahapan pemilihan ketua baru melalui Musyawarah Kota (Muskot) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, mengatakan panitia pelaksana telah dibentuk untuk menyiapkan seluruh rangkaian agenda. Sebelum pemilihan berlangsung, KONI akan lebih dahulu menggelar Pra Musyawarah Kota sebagai forum penyamaan persepsi seluruh cabang olahraga.

"Pra Musyawarah Kota menjadi tahapan awal untuk memberikan pemahaman kepada seluruh cabang olahraga mengenai mekanisme penjaringan calon ketua dan kepengurusan KONI," katanya, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, Pra Muskot dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026. Sementara Musyawarah Kota yang akan menentukan ketua dan kepengurusan KONI Kota Batu periode berikutnya akan digelar pada 28 November 2026.

"Dalam forum Pra Muskot nanti, seluruh cabang olahraga akan menyepakati tata cara pemilihan, termasuk ketentuan mengenai syarat pencalonan," tegasnya.

Salah satu poin yang akan dibahas ialah jumlah dukungan minimal yang harus dikantongi setiap bakal calon sebelum dapat mengikuti proses pemilihan.

"Insya Allah Musyawarah Kota dilaksanakan pada 28 November 2026. Sebelumnya, tanggal 11 November kami menggelar Pra Muskot untuk membahas seluruh mekanisme yang akan digunakan," ujarnya.

Ia menegaskan, hak suara dalam Musyawarah Kota sepenuhnya berada di tangan cabang olahraga yang tercatat sebagai anggota KONI Kota Batu. Mereka akan menentukan secara langsung siapa figur yang dinilai layak memimpin organisasi olahraga tersebut selama lima tahun mendatang.

"Sistem penjaringan diterapkan agar setiap calon benar-benar mendapat dukungan dari cabang olahraga sejak awal," urainya.

Dengan demikian, proses pemilihan diharapkan berlangsung lebih tertib, terbuka, dan mencerminkan aspirasi mayoritas anggota.

"Seorang calon harus memperoleh dukungan dari sejumlah cabang olahraga sesuai ketentuan yang disepakati pada Pra Muskot. Setelah syarat itu terpenuhi, baru dapat mengikuti pemilihan dalam Musyawarah Kota," jelasnya.

Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga Muskot 2026 tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kota Batu.

"Harapan kami, Muskot 2026 menjadi awal lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa olahraga Kota Batu berkembang dan meraih prestasi yang lebih baik," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow