Disney PHK Ratusan Karyawan, Performa Pixar Jadi Perhatian Serius

Pixar Animation Studios menjadi salah satu divisi yang terdampak di tengah evaluasi terhadap bisnis animasi dan perubahan strategi industri hiburan.

Juli 24, 2026 - 00:30
Disney PHK Ratusan Karyawan, Performa Pixar Jadi Perhatian Serius
JAKARTA -

The Walt Disney Company kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan. Kali ini, salah satu unit yang terdampak adalah Pixar Animation Studios, rumah produksi di balik film-film animasi populer seperti Toy Story, Finding Nemo, dan Inside Out.

Dilansir dari Cinemags, langkah ini dilakukan di tengah evaluasi besar-besaran terhadap kinerja sejumlah divisi hiburan Disney, termasuk bisnis animasi yang dinilai menghadapi tantangan baru di era layanan streaming.

PHK tersebut bukan semata disebabkan oleh satu proyek atau satu film. Disney disebut tengah menyesuaikan struktur organisasinya agar lebih efisien setelah beberapa tahun menghadapi perubahan perilaku penonton dan meningkatnya biaya produksi konten.

Pixar menjadi salah satu studio yang mendapat perhatian khusus. Meski masih memiliki reputasi sebagai pembuat film animasi berkualitas tinggi, performa beberapa film dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum konsisten, terutama di box office global.

Situasi itu berbeda dengan masa keemasan Pixar yang selama bertahun-tahun mendominasi industri animasi melalui film-film seperti Toy Story, Up, Coco, hingga Finding Nemo. Kini, persaingan semakin ketat dengan hadirnya studio-studio animasi lain yang mampu menarik perhatian penonton global.

Selain itu, perubahan strategi Disney selama pandemi juga ikut memengaruhi performa Pixar. Beberapa film sempat dirilis langsung melalui platform Disney+, sehingga dinilai mengurangi daya tarik penayangan di bioskop dan berdampak pada pendapatan box office.

Meski demikian, Disney menegaskan Pixar tetap menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang perusahaan. Studio tersebut masih dipercaya mengembangkan sejumlah proyek animasi baru yang akan dirilis dalam beberapa tahun mendatang.

Langkah efisiensi ini juga menjadi bagian dari transformasi bisnis yang telah dijalankan CEO Disney, Bob Iger. Sejak kembali memimpin perusahaan, Iger berfokus meningkatkan profitabilitas, menyederhanakan struktur organisasi, dan mengoptimalkan investasi pada konten yang memiliki potensi komersial tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Disney memang telah beberapa kali melakukan restrukturisasi. Kebijakan tersebut mencakup pengurangan jumlah karyawan, penyederhanaan divisi, hingga penyesuaian anggaran produksi demi meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi lain, industri hiburan global tengah mengalami perubahan besar. Persaingan platform streaming, perubahan pola konsumsi konten, dan tingginya biaya produksi membuat banyak perusahaan media melakukan langkah serupa untuk menjaga kesehatan bisnis.

Bagi Pixar, tantangan ke depan adalah mengembalikan konsistensi kesuksesan film-film animasi di layar lebar. Keberhasilan sejumlah proyek terbaru akan menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi studio tersebut sebagai salah satu pemimpin industri animasi dunia.

Meski diterpa gelombang PHK, Disney memastikan komitmennya terhadap produksi film animasi tetap berlanjut. Perusahaan berharap restrukturisasi yang dilakukan mampu menciptakan organisasi yang lebih ramping, adaptif, dan siap menghadapi perubahan industri hiburan global.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow