BI Tegal Gugah Kreativitas Wanita, Olah Pangan dan Jaga Rupiah dengan 'PeKA dan Aman'
Acara yang diinisiasi bersama KPw BI Tegal ini menghadirkan lomba kudapan berbahan dasar ikan sekaligus edukasi mengenai pentingnya memahami dan menjaga rupiah.
TEGAL - Pemberdayaan perempuan dan kecintaan terhadap rupiah terasa kuat di Kabupaten Tegal dalam sebuah kegiatan yang digagas Bank Indonesia (BI).
Acara bertema 'Wanita Cerdas Mengolah Pangan, Menjaga Rupiah dengan PeKA dan Aman' ini digelar di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal, Jumat (22/5/2026).
Acara yang diinisiasi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal ini menghadirkan lomba kudapan berbahan dasar ikan sekaligus edukasi mengenai pentingnya memahami dan menjaga rupiah.
Selain iu, Digelar pula lomba video terkait pengolahan makanan berbahan ikan.
Kegiatan ini dihadiri Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Tegal, anggota PKK dari 18 Kecamatan, elemen masyarakat, pelaku UMKM, serta organisasi perempuan, hingga peserta lomba yang antusias menampilkan kreativitas olahan pangan lokal.
Suasana pendopo Amangkurat tampak semarak dengan aneka sajian berbahan ikan yang dikreasikan menjadi makanan sehat, menarik, dan bernilai ekonomi tinggi.
Kepala KPw BI Tegal, Bimala, mengatakan bahwa perempuan memiliki peran penting menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
"Melalui kemampuan mengelola pangan secara cerdas dan bijak, sekaligus memahami betapa pentingnya transaksi keuangan yang aman menggunakan Rupiah." ujarnya kepada media.
Menurutnya, gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah perlu diperkuat di tengah masyarakat. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga uang Rupiah dari kerusakan.
Bangga Rupiah berarti menggunakan mata uang Indonesia dalam setiap transaksi sebagai simbol kedaulatan bangsa. Sementara Paham Rupiah berarti masyarakat semakin bijak bertransaksi serta mampu mengenali ciri keaslian uang.
“Perempuan adalah pengelola utama ekonomi rumah tangga. Dari dapur keluarga, perempuan bisa ikut menjaga ketahanan pangan, mengembangkan usaha, hingga mendukung stabilitas ekonomi daerah,” ujar Bimala.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan PKK se-Kabupaten Tegal dalam pemanfaatan bahan pangan lokal seperti ikan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan gizi keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru.
Bahkan tak hanya Lomba Kudapan berbahan ikan, pihak Bank Indonesia (KPw BI) Tegal juga mengajak para perempuan Di Kabupaten Tegal mengikuti Lomba inovasi Video kreatif dengan Hadiah jutaan rupiah.
Kabupaten Tegal sendiri memiliki potensi hasil perikanan yang cukup besar dan dapat diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah.
Melalui lomba kudapan ikan ini, peserta didorong untuk menghadirkan inovasi makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat dan memiliki peluang pasar.
Berbagai menu unik ditampilkan peserta, mulai dari olahan dimsum ikan, pastel ikan, nugget ikan, hingga aneka camilan modern berbahan dasar hasil laut.
Selain lomba memasak, kegiatan juga diisi edukasi mengenai transaksi aman, pentingnya memahami ciri-ciri keaslian uang Rupiah. Sosialisasi tersebut menjadi bagian kampanye PeKA, yakni peduli, kenali, dan amankan uang Rupiah dalam aktivitas sehari-hari.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga mendapatkan wawasan baru tentang pengelolaan pangan dan literasi keuangan.
Salah satu peserta mengaku senang karena kegiatan tersebut memberi ruang bagi perempuan untuk lebih kreatif dan produktif. Menurutnya, olahan pangan lokal memiliki potensi besar apabila dikembangkan dengan inovasi dan pemasaran yang baik.
Acara berlangsung meriah dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang mendorong penguatan UMKM pangan lokal.
Kehadiran kegiatan semacam ini diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan produk pangan berbasis potensi daerah.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia Tegal ingin menegaskan bahwa menjaga Rupiah tidak hanya dilakukan melalui transaksi keuangan, tetapi juga melalui penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Ketika perempuan mampu mengelola pangan secara cerdas dan produktif, maka ketahanan ekonomi rumah tangga pun akan semakin kuat.
Di akhir acara tersebut Bank Indonesia Tegal menghadirkan Chef Muto dengan atraksi memasak dengan mengolah ikan tongkol menjadi Abon Ikan
kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk terus mencintai produk lokal, memperkuat ekonomi keluarga,, menjaga Rupiah sebagai kebanggaan bangsa Indonesia. (*)
Apa Reaksi Anda?