Ingatkan Soal Ihram, Kemenhaj: Jangan Segan Bertanya dan Jangan Ambil Keputusan Tanpa Bimbad
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Jubir Kemenhaj) Maria Assegaf mengingatkan jemaah haji Indonesia gelombang kedua untuk memperhatikan ketentuan ihram sejak dari embarkasi.
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Jubir Kemenhaj) Maria Assegaf mengingatkan jemaah haji Indonesia gelombang kedua untuk memperhatikan ketentuan ihram sejak dari embarkasi.
“Ini penting untuk diingatkan secara berulang karena jemaah gelombang kedua akan langsung menuju ke Makkah,” ucap Jubir Kemenhaj Maria Assegaf dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dengan mendaratnya jemaah haji Indonesia di Jeddah, lanjut Maria Assegaf, jemaah wajib mempersiapkan diri untuk berihram sesuai ketentuan manasik agar jemaah dapat menjaga kesempurnaan ibadahnya sesuai syariat.
“Pastikan kain ihram atau pakaian ihram sudah digunakan dengan benar sebelum melewati miqat. Niat ihram agar dilakukan sesuai dengan arahan pembimbing ibadah dan petugas kloter,” sebut Maria Assegaf.
Ia juga mengimbau jemaah untuk kemudian memahami kembali larangan-larangan ihram, menjaga ketertiban selama perjalanan, serta mengikuti seluruh arahan petugas sejak diembarkasi, selama penerbangan, hingga nantinya tiba di Jeddah dan bergerak menuju ke Makkah.
“Kementerian Haji dan Umroh karena terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam aspek pembinaan dan bimbingan ibadah bagi seluruh jemaah haji Indonesia agar dapat menjalankan ibadah secara aman, tertib, dan sesuai dengan tuntunan syariat,” ungkapnya.
“Maka dari itu, bagi jemaah yang masih ragu terkait dengan tata cara ihram, niat, kemudian miqat, maupun larangan-larangannya, jangan segan untuk bertanya kepada pembimbing ibadah, petugas kloter, ketua rombongan, maupun juga petugas layanan terdekat, dan jangan mengambil keputusan sendiri tanpa bimbingan petugas,” tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?