Inggris Menolak Bergabung dengan AS Blokade Selat Hormuz

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menolak bergabung dengan Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz.

April 13, 2026 - 10:31
Inggris Menolak Bergabung dengan AS Blokade Selat Hormuz

JAKARTA - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menolak bergabung dengan Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz yang akan mulai dilakukan hari ini, Senin (13/4/2026) setelah perundingan perdamaian dengan Iran di Pakistan gagal. 

Langkah ini menandakan meningkatnya ketegangan antara Inggris, anggota NATO lainnya ddngan Amerika Serikat, karena permusuhan di Timur Tengah, dan ini tampaknya akan berlanjut dengan militer Israel yang ditingkatkan ke 'kondisi siaga tinggi' pada hari Minggu untuk mempersiapkan konflik lebih lanjut dengan Iran.

Trump bersumpah akan menghentikan semua kapal tanker yang melewati jalur tersebut dengan cara mengirimkan kapal-kapal militernya Amerika ke perairan tersebut.

Selat Hormuz yang sebagian besar berada di wilayah perairan Iran itu adalah salah satu jalur pengiriman minyak dan gas terpenting di dunia.

Trump menulis di platform Truth Social miliknya bahwa militer AS akan mulai 'memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

Trump mengatakan, angkatan laut AS juga akan mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran. Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan perjalanan aman di laut lepas.

Ia menambahkan dalam sebuah wawancara dengan Fox News setelah pengumumannya itu dengan mengatakan:  "Saya memahami bahwa Inggris dan beberapa negara lain juga mengirimkan kapal penyapu ranjau".

Namun, menurut informasi yang diperoleh media Daily Mail, Inggris tidak akan ikut serta dalam langkah tersebut.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan: "Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonomi global dan biaya hidup di dalam negeri.

"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan biaya tol. Kami sedang bekerja sama secara mendesak dengan Prancis dan mitra lainnya untuk membentuk koalisi luas guna melindungi kebebasan navigasi," kata juru bicara Inggris.

Terlepas dari rencana Presiden Trump untuk melakukan blokade AS, NATO enggan memasuki Selat Hormuz yang rawan konflik. 

Dengan lebar hanya 21 mil di titik tersempitnya, dipenuhi ranjau dan berada dalam jangkauan rudal dan drone yang ditembakkan dari labirin pegunungan Iran – setiap langkah Angkatan Laut AS untuk memblokade jalur air tersebut akan berisiko menimbulkan kerugian besar.  

Sementara itu media Prancis, Le Monde melansir, di Selat Hormuz, Senin pagi ini situasinya menjadi membingungkan setelah pernyataan Donald Trump itu.

Kelayakan Amerika Serikat memilah-milah kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz masih meragukan, meskipun AS menyatakan bahwa dua kapal perusaknya telah berhasil menembus blokade Iran.

Angkatan Laut AS hanya merilis satu foto untuk mengkonfirmasi pelayaran tersebut, melalui akun Komando Pusat (Centcom).

Sejak itu, tidak ada peneliti sumber terbuka yang berani menggali citra satelit yang merinci keadaan pelayaran tersebut.

Hanya Iran yang menerbitkan sebuah video pada hari Minggu , yang konon menunjukkan salah satu kapal tersebut terancam ditembak jika tidak segera berbalik.

Terlepas dari pertanyaan apakah kapal perusak AS benar-benar bisa melintasi Selat Hormuz, signifikansi militer dari operasi ini, yang memiliki bobot simbolis yang kuat bagi Amerika Serikat, juga masih belum jelas.

"Kedua kapal perusak ini, sendirian, tidak bisa memblokir Selat Hormuz. Mereka hanya bisa mempertahankan tekanan,"  kata Louis Borer, seorang analis di Risk Intelligence, sebuah perusahaan konsultan Denmark.

Kapal Induk Dikerahkan Lagi

Sementara itu para analis angkatan laut AS mencatat bahwa kapal induk USS Gerald Ford, yang memimpin pencegatan kapal tanker minyak yang dikenai sanksi di lepas pantai Venezuela tahun lalu dan menyita 10 kapal, saat  ini telah kembali ke wilayah Teluk setelah menjalani perbaikan di Kroasia.

Digambarkan oleh Angkatan Laut AS sebagai "platform tempur paling mumpuni, mudah beradaptasi, dan mematikan di dunia," kapal induk USS Gerald Ford dan kelompok tempurnya kini bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang saat ini beroperasi di Laut Arab.

Harga minyak kembali naik di awal perdagangan setelah pengumuman blokade Selat Hormuz oleh Trump. Harga minyak mentah AS naik 8% menjadi $104,24 per barel dan minyak mentah Brent, standar internasional, naik 7% menjadi $102,29. (*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow