Di Atas Laut Bontang Kuala, Pemerintah Menjual Mimpi Wisata Premium Penyangga IKN

Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang Kuala mulai dipandang lebih dari sekadar perkampungan di atas air.

Mei 22, 2026 - 19:01
Di Atas Laut Bontang Kuala, Pemerintah Menjual Mimpi Wisata Premium Penyangga IKN

BONTANG - Deretan rumah kayu yang berdiri di atas laut masih menjadi denyut kehidupan di Bontang Kuala.

Pagi datang bersama aroma asin laut, suara mesin kapal nelayan, dan langkah kaki warga yang menyusuri jembatan ulin panjang membelah permukiman pesisir itu.

Selama puluhan tahun, kawasan ini hidup sebagai kampung nelayan tradisional.

Namun kini, di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang Kuala mulai dipandang lebih dari sekadar perkampungan di atas air.

Pemerintah Kota Bontang melihatnya sebagai masa depan baru industri pariwisata premium di Kalimantan Timur.

Wisata Villa di Tengah Laut Bontang Kuala

Lewat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bontang, pemerintah mulai menawarkan konsep 'Villa Bontang Kuala' kepada investor nasional.

Sebuah proyek penginapan eksklusif di atas laut yang dirancang memadukan pesona budaya bahari dengan fasilitas wisata modern bertaraf internasional.

Di atas kertas, proyek itu terdengar ambisius. Namun bagi pemerintah daerah, inilah momentum yang dianggap tepat untuk mengubah wajah ekonomi Bontang yang selama ini bertumpu pada sektor industri pengolahan.

Kini, sektor pariwisata mulai dilihat sebagai mesin ekonomi baru.

Villa Bontang Kuala dirancang bukan sebagai hotel biasa. Pemerintah menggagasnya sebagai boutique resort terapung yang tetap mempertahankan karakter asli kawasan pesisir.

“Kita tidak ingin mengubah identitas asli kawasan ini,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspianur dalam keterangan resminya.

Rencananya, pengunjung akan menikmati kamar-kamar eksklusif dengan panorama laut terbuka, hamparan hutan mangrove, hingga kehidupan masyarakat pesisir yang tetap hidup berdampingan dengan aktivitas wisata.

Tak hanya itu, proyek tersebut juga akan terintegrasi dengan sentra kuliner seafood khas Bontang dan ruang pertunjukan budaya lokal.

Pemerintah menegaskan investasi yang masuk tidak boleh menghilangkan identitas kawasan.

"Justru, investasi vila ini bertujuan untuk mengemas pesona penginapan atas air dan budaya bahari tersebut menjadi sebuah paket pariwisata premium yang memiliki daya saing di tingkat nasional bahkan global," imbuhnya.

Di tengah pembangunan IKN yang terus bergerak, Bontang memang mulai mempersiapkan diri menjadi salah satu kawasan penyangga strategis.

Arus manusia, aktivitas pemerintahan, hingga mobilitas bisnis diperkirakan akan meningkat drastis di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah daerah melihat situasi itu sebagai peluang emas untuk menangkap pasar wisatawan kelas menengah atas, pebisnis, hingga ekspatriat yang membutuhkan destinasi alternatif di luar kawasan inti IKN.

Apalagi, Bontang memiliki modal alam yang selama ini belum sepenuhnya dikembangkan.

Laut yang luas, ekosistem mangrove, budaya pesisir, dan karakter kampung atas air menjadi daya tarik unik yang sulit ditemukan di banyak kota lain.

Karena itu, pemerintah mulai aktif menawarkan berbagai kemudahan investasi. Sistem perizinan terpadu berbasis OSS, kepastian hukum, hingga insentif daerah disiapkan untuk menarik penanam modal.

Namun proyek Villa Bontang Kuala tidak hanya dipandang sebagai pembangunan properti wisata semata.

Di balik rencana tersebut, tersimpan harapan besar bagi masyarakat lokal.

Kehadiran resort premium diyakini akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan permintaan produk UMKM, hingga menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.

Nelayan, pelaku usaha kuliner, pengrajin suvenir, hingga pemandu wisata diproyeksikan ikut menikmati efek domino dari tumbuhnya sektor pariwisata baru itu.

Bontang Kuala pun perlahan sedang diposisikan sebagai wajah baru pariwisata Kalimantan Timur—tempat di mana wisata modern dan kehidupan pesisir tradisional berjalan berdampingan.

Di atas laut yang tenang itu, pemerintah tampaknya sedang menjual sebuah mimpi besar: menjadikan kampung nelayan tua sebagai destinasi wisata premium bertaraf nasional di era baru Kalimantan Timur. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow