Volume Kendaraan di Bondowoso Meningkat 23 Persen Saat Pembukaan Gerbang Tol Besuki

Pembukaan akses Gerbang Tol Prosiwangi di Besuki Situbondo selama periode arus mudik Lebaran 2026 membawa dampak signifikan terhadap peningkatan volume kendaraan yang masuk ke Bondowoso.

April 7, 2026 - 13:32
Volume Kendaraan di Bondowoso Meningkat 23 Persen Saat Pembukaan Gerbang Tol Besuki

BONDOWOSO Pembukaan akses Gerbang Tol Prosiwangi di Besuki Situbondo selama periode arus mudik Lebaran 2026 membawa dampak signifikan terhadap peningkatan volume kendaraan yang masuk ke Bondowoso.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso, lonjakan terutama terjadi pada kendaraan roda empat sejak awal pengoperasian akses tol sementara.

Kepala Dishub Bondowoso, Sigit Purnomo mengungkapkan, selama periode 14 Maret hingga 29 Maret 2026, rata-rata volume harian kendaraan roda empat yang masuk ke arah Bondowoso mencapai 3.843 unit. 

“Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 23 persen dibandingkan sebelum gerbang tol dibuka, di mana rata-rata volume harian hanya berada di angka 3.114 kendaraan,” katanya. 

Menurut Sigit, peningkatan ini menunjukkan bahwa keberadaan akses tol sangat berpengaruh dalam memperlancar mobilitas masyarakat. 

“Dengan dibukanya gerbang tol ini, arus kendaraan yang masuk ke Bondowoso meningkat cukup signifikan. Ini menandakan aksesibilitas semakin mudah dan waktu tempuh menjadi lebih efisien,” ujarnya, Selasa (7/4/2026). 

Ia menjelaskan, lonjakan tertinggi arus mudik terjadi pada 17 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, volume kendaraan yang masuk ke Bondowoso mencapai titik puncak seiring dengan meningkatnya pergerakan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman lebih awal.

Sementara itu, untuk arus balik, kepadatan tercatat terjadi pada 28 Maret 2026. Pada periode ini, kendaraan yang keluar maupun melintas mengalami peningkatan tajam, seiring berakhirnya masa libur Lebaran.

Dishub Bondowoso menilai, pembukaan akses tol sementara ini memberikan dampak positif tidak hanya terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Arus kendaraan yang meningkat turut membawa potensi perputaran ekonomi, terutama di sektor perdagangan dan jasa,” paparnya. 

Meski demikian, Sigit menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghindari kepadatan berlebih, seperti pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan serta koordinasi dengan aparat kepolisian.

“Evaluasi terus kami lakukan, terutama jika ke depan akses tol ini difungsikan kembali secara permanen. Harapannya, mobilitas masyarakat tetap lancar dan aman,” pungkasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow