Edukasi Bahaya Narkoba di Jombang, Polisi Sasar Pelajar untuk Cegah Penyalahgunaan

Satresnarkoba Polres Jombang bersama PWI Jombang menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan literasi digital bagi pelajar di Ngoro sebagai langkah preventif perlindungan generasi muda.

April 21, 2026 - 16:54
Edukasi Bahaya Narkoba di Jombang, Polisi Sasar Pelajar untuk Cegah Penyalahgunaan

JOMBANG - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang terus memperkuat upaya preventif guna menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Langkah ini dilakukan melalui sosialisasi intensif yang menyasar pelajar di MTs Bahrul Ulum dan MAN 5 Jombang, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Selasa (21/4/2026).

Hadir sebagai pemateri, anggota Satresnarkoba Polres Jombang, Aiptu Ahadin Mintarum, memberikan edukasi komprehensif mengenai klasifikasi jenis narkotika, dampak destruktif penyalahgunaan bagi kesehatan, hingga konsekuensi hukum bagi pengedar maupun pengguna.

Menurut Aiptu Ahadin, pemahaman sejak dini adalah kunci utama agar generasi muda memiliki imunitas terhadap lingkaran hitam narkoba. Para pelajar pun diajak untuk memiliki sikap tegas menolak ajakan serta berani melaporkan indikasi peredaran gelap di lingkungan mereka.

"Pelajar juga kami perkenalkan dengan layanan call center Polri 110. Ini adalah sarana pengaduan cepat untuk melaporkan berbagai gangguan kamtibmas, termasuk jika ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan narkoba," jelasnya.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menegaskan bahwa sosialisasi ke sekolah-sekolah merupakan investasi untuk melindungi masa depan bangsa.

“Pelajar adalah aset masa depan. Dengan edukasi yang tepat, kami berharap mereka memiliki ketahanan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif,” ujar Iptu Bowo.

Ia menambahkan, kepolisian akan terus bersinergi dengan berbagai elemen, termasuk institusi pendidikan dan organisasi profesi seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, guna memperluas jangkauan edukasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif “PWI Jombang Goes to School and Campus”. Selain bahaya narkoba, program ini juga membekali siswa dengan materi jurnalistik dan literasi digital.

Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak di ruang digital.

“Pelajar perlu memiliki daya kritis dalam menyaring informasi di era digital, sekaligus memiliki kesadaran tinggi terhadap isu krusial seperti bahaya narkotika,” pungkas Mufid. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow