Tangis Bahagia Buruh Tani di Majalengka, Rumah Baru Hadir Berkat Polri

Polres Majalengka membedah rumah tidak layak huni milik buruh tani dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80. Program ini menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Juni 29, 2026 - 15:31
Tangis Bahagia Buruh Tani di Majalengka, Rumah Baru Hadir Berkat Polri

MAJALENGKA - Di sebuah sudut sederhana di Blok Kenanga, Desa Panyingkiran, harapan itu akhirnya datang. Di tengah keterbatasan hidup yang telah dijalani selama puluhan tahun, Bapak M. Ahmad Aripin (60) tak lagi hanya memandang langit dari rumah rapuhnya. Kini, secercah harapan berdiri kokoh, dibangun dari kepedulian dan kemanusiaan.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Majalengka Polda Jawa Barat menghadirkan aksi nyata melalui program bakti sosial bedah rumah tidak layak huni (rutilahu), Senin (29/6/2026).

Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan kembali martabat hidup bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Bapak Ahmad Aripin, seorang buruh tani yang menggantungkan hidup dari hasil kebun, selama ini tinggal bersama istri dan dua anaknya dalam kondisi rumah yang jauh dari kata layak.

Di balik kehidupan sederhana itu tersimpan kisah perjuangan keluarga, termasuk sang kakak, Abdul Ojat, yang hidup sebatang kara di kawasan Kebon Jambu. Kini, perubahan itu mulai nyata. Rumah yang tengah dibangun bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga simbol kebersamaan yang kembali dirajut.

Dengan penuh haru, Ahmad Aripin menyatakan kesiapannya untuk merawat sang kakak agar dapat tinggal bersama di rumah baru yang lebih aman dan nyaman. Di balik pembangunan itu hadir tangan-tangan kepedulian dari jajaran Polres Majalengka.

Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

"Melalui momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata. Bedah rumah ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kepedulian dan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Lebih dari sekadar program sosial, kegiatan ini menjadi refleksi semangat besar "Polri untuk Masyarakat". Di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri hadir menyentuh sisi kemanusiaan dengan menjangkau mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Bagi keluarga Ahmad Aripin, rumah itu menjadi harapan baru, tempat pulang yang lebih layak, sekaligus simbol bahwa mereka tidak sendiri.

Kapolres berharap kegiatan serupa dapat terus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Di usia ke-80 Bhayangkara, Polri membuktikan bahwa pengabdian bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan harapan di rumah-rumah sederhana dan di hati masyarakat yang membutuhkan. Di Majalengka, harapan itu kini berdiri tegak menjadi rumah, menjadi cerita, sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian masih hidup.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow