Komunitas Angkring Mangkring Ponorogo Bagikan 2.000 Paket Takjil Gratis

Komunitas Angkring Mangkring Ponorogo tebar 2.000 paket takjil gratis di Jalan Jenderal Sudirman. Aksi sosial ini wujud syukur dan solidaritas di bulan Ramadan 2026.

Maret 1, 2026 - 16:00
Komunitas Angkring Mangkring Ponorogo Bagikan 2.000 Paket Takjil Gratis

PONOROGO Nuansa kekeluargaan menyelimuti kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Ponorogo, pada Sabtu (28/2/2026) sore. Ratusan anggota komunitas Angkring Mangkring Ponorogo memadati trotoar, bukan untuk sekadar berkumpul, melainkan untuk menebar kebaikan melalui aksi berbagi 2.000 paket takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan ini mengubah wajah pusat kota menjadi panggung filantropi singkat. Para pengendara motor, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki disambut senyum hangat para anggota komunitas yang dengan sigap menyerahkan paket kudapan berbuka puasa.

Wujud Syukur Kolektif

Koordinator komunitas Angkring Mangkring Ponorogo, Budi Subyakto, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi nyata dari rasa syukur kolektif atas segala berkah yang diterima selama ini.

"Giat berbagi takjil ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas segala keberkahan yang dilimpahkan, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh ampunan ini," ujar Budi kepada TIMES Indonesia.

Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa momen ini menjadi jembatan untuk mempererat hubungan emosional antara anggota komunitas dengan warga Ponorogo. Menurutnya, berinteraksi langsung dengan masyarakat di jalanan memberikan energi positif tersendiri bagi internal komunitas.

Membangun Harmoni di Kota Reog

Pilihan lokasi di Jalan Jenderal Sudirman bukan tanpa alasan. Sebagai urat nadi kota, lokasi ini memungkinkan pesan kebersamaan tersampaikan secara luas. Angkring Mangkring Ponorogo ingin menunjukkan bahwa solidaritas tidak harus eksklusif di dalam lingkaran komunitas, tetapi harus dirasakan manfaatnya oleh publik.

"Kami ingin momen Ramadan ini menjadi titik balik untuk semakin solid. Tidak hanya akrab di dalam komunitas, tapi juga membangun harmoni dan kebersamaan dengan warga yang melintas. Melihat senyum mereka saat menerima takjil adalah kebahagiaan yang tak ternilai bagi kami," tambah Budi Subyakto.

Aksi sosial yang berlangsung tertib ini mendapat apresiasi positif dari warga. Semangat yang diusung komunitas Angkring Mangkring membuktikan bahwa di tengah kesibukan kota, kepedulian sosial tetap menjadi warna yang paling indah di "Kota Reog" selama bulan Ramadan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow