Menhaj Tinjau KKHI Jelang Armuzna, Siapkan 1.200 Tenaga Kesehatan untuk Jemaah Haji

Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf meninjau KKHI jelang puncak ibadah Armuzna. Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan disiagakan untuk melayani jemaah haji Indonesia.

Mei 24, 2026 - 17:31
Menhaj Tinjau KKHI Jelang Armuzna, Siapkan 1.200 Tenaga Kesehatan untuk Jemaah Haji

MAKKAH - Jelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf bersama Amirul Hajj lainnya meninjau dan menggelar rapat pelayanan kesehatan jemaah haji di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Sabtu (23/5/2026) kemarin. 

Dalam kunjungan tersebut, Menhaj mengatakan rombongan Amirulhaj sengaja datang langsung ke KKHI untuk memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan pelayanan yang telah berjalan selama musim haji.

“Hari ini kami memang sengaja datang ke KKHI untuk memastikan kesiapan teman-teman kesehatan haji Indonesia, bagaimana pelayanannya selama musim haji yang sudah berlangsung hampir satu bulan ini, dan terutama persiapan untuk Armuzna nanti,” ucap Menhaj kepada Media Center Haji (MCH) dikutip pada Minggu (24/5/2026). 

Ia mengakui terdapat sejumlah tantangan terkait regulasi kesehatan di Arab Saudi yang cukup ketat dan terus mengalami perubahan. Meski demikian, tenaga kesehatan Indonesia dinilai mampu menyesuaikan diri tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah.

“Memang ada beberapa kendala terkait regulasi yang berlaku di sini, tetapi teman-teman berusaha menyesuaikan diri, bagaimana tetap mematuhi regulasi namun tetap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah kita,” katanya.

Terkait pelayanan kesehatan selama fase Armuzna, pria yang akrab disapa Gus Irfan menjelaskan pemerintah telah menyiapkan klinik-klinik darurat di titik-titik tertentu. Selain itu, kerja sama dengan rumah sakit Arab Saudi juga terus diperkuat untuk penanganan pasien yang membutuhkan rujukan lebih lanjut.

“Kami ada klinik-klinik di sana untuk pelayanan darurat, tetapi tetap bekerja sama dengan rumah sakit pemerintah Saudi. Pada kondisi tertentu, jemaah harus segera dirujuk ke rumah sakit di Saudi,” jelasnya.

Ia menambahkan, total tenaga kesehatan yang disiapkan mencapai lebih dari 1.200 orang. Setiap kelompok terbang (kloter) didampingi satu dokter dan satu perawat, ditambah ratusan petugas kesehatan lainnya yang bersiaga di berbagai titik pelayanan.

“Kami memiliki sekitar 1.200 tenaga kesehatan. Tiap kloter ada satu dokter dan satu perawat, kemudian di PPIH juga ada ratusan tenaga kesehatan. Insya Allah ini akan bisa melayani jemaah kita selama Armuzna,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Irfan Yusuf juga menyampaikan bahwa jumlah jemaah yang dirawat maupun wafat pada musim haji tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi pemeriksaan kesehatan istitha’ah yang lebih ketat sejak di tanah air.

“Salah satu alasannya karena pemeriksaan istitha’ah kesehatan di tanah air relatif lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Sehingga hari ini yang dirawat turun drastis, yang meninggal juga turun drastis,” ujarnya.

Sementara itu, terkait skema safari wukuf bagi jemaah lansia dan risiko tinggi, pemerintah masih terus melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar tetap sesuai aturan yang berlaku.

“Safari wukuf secara resmi memang tidak diperbolehkan oleh otoritas Saudi, tetapi kita akan mencoba mencari kemungkinan-kemungkinan yang tidak melanggar regulasi dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Saudi,” tandasnya. (*/MCH) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow