RSUD Kota Banjar Berbenah Mulai dari Rekrutmen Pegawai hingga Atasi Antrean Panjang Poli Jantung
RSUD Kota Banjar membenahi layanan melalui rekrutmen 52 pegawai BLUD Non-PNS dan solusi mengatasi antrean Poli Jantung dengan beasiswa PPDS serta layanan antar obat.
BANJAR - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar terus melakukan pembenahan internal guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dua fokus utama yang saat ini tengah digenjot adalah pemenuhan kebutuhan tenaga kerja melalui seleksi ketat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Non-PNS serta penyelesaian kendala pelayanan di Poli Jantung yang kerap dikeluhkan pasien.
Seleksi Ketat Pegawai Non-PNS: Transparan dan Bebas Intervensi
Guna memperkuat pelayanan di berbagai unit, RSUD Kota Banjar membuka lowongan untuk 52 formasi pegawai BLUD Non-PNS. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan sekitar 1.150 pendaftar, sementara 636 pelamar lolos ke tahap seleksi berikutnya.
Direktur RSUD Kota Banjar, drg. Eka Lina Liandari, menegaskan seluruh proses rekrutmen berlangsung secara adil dan transparan. Ia juga mengimbau pelamar yang tidak lolos seleksi administrasi agar tidak berasumsi negatif.
"Bagi pelamar yang tidak lolos administrasi, silakan mengonfirmasi langsung kepada kami mengenai alasan tidak lolos seleksi administrasi. Seluruh proses administrasi dapat dipertanggungjawabkan. Seleksi ini benar-benar berlangsung secara adil dan transparan. Peserta yang lolos akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya," ujar drg. Eka.
Setelah tahap administrasi, peserta akan mengikuti tes tertulis dan wawancara. Formasi yang dibutuhkan mencakup berbagai posisi strategis, termasuk tenaga perawat dan apoteker. Rekrutmen ini dapat dilaksanakan seiring membaiknya kondisi fiskal rumah sakit.
Solusi Antrean Poli Jantung: Beasiswa PPDS hingga Layanan Antar Obat
Selain persoalan sumber daya manusia, perhatian juga tertuju pada Poli Jantung RSUD Kota Banjar. Pasien dari Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, hingga Pangandaran kerap harus mengantre sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 atau 16.00 WIB untuk menyelesaikan pemeriksaan dan mengambil obat.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Banjar, Sudarsono, menjelaskan bahwa penyebab utama antrean adalah keterbatasan jumlah dokter spesialis jantung.
Saat ini, RSUD Kota Banjar hanya memiliki satu dokter spesialis jantung dan satu dokter yang menangani tindakan intervensi. Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Banjar berkomitmen menyekolahkan dokter umum melalui program beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
"Kesulitan kita memang pada spesialis jantung karena akses masuk pendidikan spesialis cukup sulit. Ke depan kami akan mengupayakan beasiswa untuk biaya pendidikannya," ungkap Wali Kota.
Sembari mempersiapkan penambahan dokter spesialis, pemerintah daerah juga menerapkan solusi praktis untuk mengurangi antrean di instalasi farmasi.
"Sekarang penebusan obat sudah bisa menggunakan sistem kartu untuk layanan pengantaran obat. Pasien cukup menunggu di rumah dan obat akan diantar melalui Pos. Kami terus berbenah. Baru enam bulan berjalan sudah banyak perubahan. Minimal dalam satu tahun ke depan hasilnya akan lebih terlihat. Insyaallah pelayanan akan semakin baik," pungkas Wali Kota.
Pemerintah Kota Banjar juga menargetkan pada 2027 dapat merealisasikan pengadaan lahan baru untuk perluasan area dan peningkatan fasilitas penunjang rumah sakit demi meningkatkan kenyamanan masyarakat.(*)
Apa Reaksi Anda?