Sekolah Nasional Terintegrasi Didirikan, Pemkab Malang Siapkan Lahan 18 Hektar

Pemerintah Kabupaten Malang melakukan pembahasan terkait rencana pendirian Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada akhir tahun ini. Lahan seluas 18 hektar disiapkan untuk dibangun SNT tersebut.

Juli 22, 2026 - 22:01
Sekolah Nasional Terintegrasi Didirikan, Pemkab Malang Siapkan Lahan 18 Hektar

MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang melakukan pembahasan terkait rencana pendirian Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada akhir tahun ini. Lahan seluas 18 hektar disiapkan untuk dibangun SNT tersebut.

Pembahasan persiapan pendirian Sekolah Terintegrasi ini dilakukan bersama DPRD Kabupaten Malang, di salah satu ruang rapat dewan, Rabu (22/7/2026). Rapat ini dihadiri langsung Pimpinan DPRD, juga Ketua Komisi dan Fraksi DPRD.

Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengungkapkan, beberapa hal yang dibahas diantaranya terkait calon lahan yang disiapkan untuk Sekolah Terintegrasi sebagai salah satu persyaratan yang diminta pemerintah. Termasuk, keberadaan tanah dalam pola tata ruang yang ditetapkan.

Dalam rapat tersebut juga harus dipenuhi persetujuan dari DPRD, yang juga menjadi syarat yang diminta pemerintah sebelum dilakukan pendirian SNT. 

"Sinergi di daerah adalah menyediakan lahan untuk didirikan bangunannya. Nah, ini sudah sinergi. Sebagai salah satu dari 11 item yang harus kita penuhi, adalah dukungan dari DPRD," terang Tomie Herawanto, Rabu (22/7/2026) sore.

Terkait lokasi untuk SNT, menurutnya sudah ditentukan berada di wilayah Dampit. 
"Pada April 2026 lalu, usulan kita kemudian sudah dicek oleh pusat, terkait kepemilikan tanah aset Pemkab Malang, bagaimana pemanfaatan ruangnya sudah clear. Dan, harus diperkuat dukungan persetujuan dari DPRD untuk pendirian sekolah nasional terintegrasi di situ," jelas Tomie.
Sesuai spesifikasi lahan dari konsep pusat, lanjutnya, minimal pemda menyediakan 20 sampai 30 hektare. 
"Kita kan punya 50 hektar di situ. Kemarin dicek untuk calon lokasi yang disiapkan, ternyata tidak sampai itu 20 hektar. Tetapi, menurut pusat cukup hanya 18 hektar. Jadi 18 hektar yang nanti akan digunakan untuk sekolah nasional terintegrasi. Itu lahan milik Pemkab," ungkap Tomie.
Dari beberapa lokasi yang sudah diajukan Pemkab Malang, pemerintah pusat akhirnya melihat ternyata yang representatif berada di wilayablh Dampit. Selain itu, dengan pertimbangan juga menjadi penyebaran, dimana pembangunan itu tidak hanya terfokus di lingkar kawasan perkotaan.
Tomie menambahkan, untuk anggaran pembangunan SNT semua dari APBN pemerintah pusat. Totalnya, kurang lebih bisa mencapai Rp 300 miliar.
"Kalau nilai investasinya itu hampir Rp250 miliar itu pembangunan fisik. Nanti ada anggaran operasionalnya lagi, sekitar Rp 30 miliar. Semua dari APBN. Kita hanya menyediakan lahan," jelasnya.
Sekolah Terintegrasi ini nanti kalau terbangun itu diutamakan untuk masyarakat Kabupaten Malang dari 33 kecamatan. 
"Rencana SNT ini se-Jawa Timur baru di Kabupaten Malang. Itu nanti untuk jenjang SD, SMP, SMA, atau SMK. Tetapi, calon murid sekolah nasional terintegrasi itu diambil dengan tes seleksi sebelumnya," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow