Solusi Macet, Pemkot Surabaya Mulai Buka Akses Jalan Radial Road Lontar

Pemkot Surabaya resmi membuka Jalan Radial Road Lontar satu arah untuk mengurai kemacetan di Surabaya Barat.

Juni 30, 2026 - 17:01
Solusi Macet, Pemkot Surabaya Mulai Buka Akses Jalan Radial Road Lontar
SURABAYA -

Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot Surabaya) resmi membuka akses Jalan Radial Road Lontar untuk mengurai kemacetan di kawasan Surabaya Barat. Saat ini, jalur tersebut sudah mulai difungsikan dan dapat dilalui oleh kendaraan.

"Radial Road ini akan kita fungsikan untuk orang bisa lewat. Tapi hanya satu arah, dari timur ke barat," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa (30/6/2026).

Seiring dengan pengoperasian jalur baru tersebut, Pemkot Surabaya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perubahan arus lalu lintas di Jalan Raya Lontar lama menjadi satu arah.

"Kita juga sosialisasi yang (dari arah) Lontar itu, kita buat satu arah. Jadi tidak dua arah sehingga tidak macet," ujarnya.

Wali Kota Eri optimistis pengoperasian Jalan Radial Road Lontar ini dapat efektif mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di Jalan Raya Lontar akibat kapasitas jalan yang sempit.

"Kan Jalan Lontar itu karena jalurnya kecil, ada dua jalur kan? Nah, ini dibuat satu jalur. Tapi ini sudah kita buka dulu biar mengurangi kemacetan dan nanti insyaallah di minggu depan sudah berjalan dua-duanya," sebutnya.

Ia memastikan, setelah seluruh jalur dibuka total, penumpukan kendaraan di kawasan tersebut akan terurai. Arus lalu lintas dari arah Pakuwon Trade Centre (PTC) menuju Citraland bakal terpecah sehingga tidak lagi menumpuk di Jalan Raya Lontar.

"Insyaallah sudah enggak macet, karena di Jalan Lontar macetnya panjang itu. Sehingga dengan adanya (Jalan Radial Road) ini tidak ada kemacetan di daerah Lontar karena sudah terpecah," katanya.

Lebih lanjut, Eri menambahkan bahwa kehadiran Jalan Radial Road Lontar tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas di Surabaya Barat, melainkan juga membawa dampak positif bagi iklim investasi ke depan. Mengingat, kawasan tersebut kini telah berkembang menjadi area jasa dan perdagangan.

"Jadi di posisi (jalan) ini PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) naik, karena kan menjadi jalan besar. Otomatis PBB akan naik, karena tidak lagi sebagai (kawasan) rumah, tapi sudah menjadi jasa perdagangan," tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow