Perkuat Ketahanan Energi, UAE Percepat Pembangunan Jalur Pipa Pintas Selat Hormuz
Uni Emirat Arab mempercepat pembangunan Jalur Pipa Barat-Timur untuk gandakan kapasitas ekspor minyak ADNOC via Fujairah. Target operasional 2027 guna kurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.
JAKARTA - Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) melalui Kantor Media Abu Dhabi mengonfirmasi percepatan pembangunan jalur pipa minyak baru yang melintasi Selat Hormuz. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kelancaran pasokan energi ke pasar global.
Proyek bertajuk Jalur Pipa Barat-Timur ini tengah dalam masa konstruksi dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2027 mendatang. Percepatan ini dibahas dalam rapat petinggi perusahaan minyak nasional UAE, ADNOC.
"Khaled bin Mohamed bin Zayed memimpin rapat Komite Eksekutif Dewan Direksi ADNOC, meninjau perkembangan proyek Jalur Pipa Barat-Timur yang baru, yang rencananya beroperasi pada 2027 dan menggandakan kapasitas ekspor ADNOC via Fujairah guna memenuhi permintaan energi global," tulis pernyataan resmi Kantor Media Abu Dhabi melalui platform X, Jumat (15/5/2026).
Kehadiran jalur pipa ini diproyeksikan mampu melipatgandakan kapasitas ekspor ADNOC melalui pelabuhan Fujairah. Hal ini menjadi krusial mengingat Selat Hormuz merupakan titik nadi perdagangan energi dunia.
Selama ini, Selat Hormuz menjadi jalur krusial yang melayani sekitar 20 persen dari total pengiriman minyak mentah, produk minyak bumi, hingga gas alam cair (LNG) di tingkat global. Dengan adanya jalur alternatif ini, UAE berupaya meminimalisir risiko ketergantungan pada satu jalur distribusi utama. (*)
Apa Reaksi Anda?