Dari Warung Kopi, Warga Gresik Suarakan Harapan Pertumbuhan Industri

Diskusi kepemudaan di Bungah membahas dampak lonjakan investasi Gresik sebesar Rp37,9 triliun terhadap kesejahteraan warga lokal dan penyerapan tenaga kerja di Gresik Utara.

Mei 21, 2026 - 19:31
Dari Warung Kopi, Warga Gresik Suarakan Harapan Pertumbuhan Industri

GRESIK - Pertumbuhan industri di wilayah utara Kabupaten Gresik Jawa Timur disurakan dalam sebuah diskusi di Paddock Kafe Desa Abar-abir Bungah. Diskusi bertema ‘Gresik Dibanjiri Investasi, Rakyat Dapat Apa?’ yang menghadirkan berbagai kalangan khususnya anak muda. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana dialog dan menyerap aspirasi warga menghadapi pertumbuhan industri yang begitu pesat.

Bidang Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, DPMPTSP Gresik Santi Wahyu Lestari yang hadir sebagai narasumber mengatakan Gresik merupakan salah satu magnet investasi terbesar di Jawa Timur. Pada tahun lalu, kata dia Gresik mencatatkan realisasi investasi menembus angka Rp37,9 triliun dari penanaman modal dalam dan luar negeri. 

“Gresik ini terus berkembang sebagai pusat industri strategis nasional yang menarik investasi berskala global,” katanya pada Kamis (21/5/2026).

Hadirnya industri besar di kawasan ekonomi khusus (KEK) JIIPE Gresik turut menyumbang penanaman modal. "Kawasan industri disana jadi penyumbang terbesar capaian investasi," ungkapnya.

Sementara itu, panitia acara, Akhmad Sutikhon mengatakan banyak hal yang dibahas dalam diskusi, mulai pertumbuhan investasi, multiplier effect perusahaan terhadap kesejahteraan warga sekitar, hingga peluang tenaga kerja lokal.

“Gagasan diskusi ini sebagai sarana berdialog dan saling bertukar gagasan. Sehingga menjadi stimulus bagi semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi pertumbuhan industri yang begitu cepat terutama di wilayah Gresik Utara,” ujarnya.

Menurut Sutikhon, pertumbuhan industri yang begitu pesat akan berdampak terhadap perubahan di seluruh sektor, mulai ekonomi hingga kondisi sosial. Karena itu sangat penting meningkatkan wawasan dan kesadaran serta menjaga solidaritas internal masyarakat untuk menghadapi peluang dan tantangan ke depan.

“Outputnya adalah bagaimana nantinya pertumbuhan industri bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ini yang menjadi target utama,” katanya.

Untuk itu, diskusi ini diharapkan menjadi bahan kajian yang mendalam sekaligus bisa menjadi wadah menampung masukan untuk menyiapkan diri menghadapi pertumbuhan industri yang begitu pesat.

“Tentu kami butuh partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat. Rencananya tiap bulan kami akan menggelar diskusi di tiap kecamatan di wilayah Gresik Utara, dengan tema, narasumber, serta peserta yang berbeda,” jelasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow