Pemkot Mojokerto Bekali Pencari Kerja dengan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka pelatihan kerja klaster kompetensi tahap I tahun 2026 bersumber DBHCHT untuk menekan angka pengangguran.

Juli 9, 2026 - 12:01
Pemkot Mojokerto Bekali Pencari Kerja dengan Pelatihan Berbasis Kompetensi
MOJOKERTO -

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, membuka Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berdasarkan Klaster Kompetensi Tahap I Tahun 2026. Kegiatan tersebut diresmikan di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/7/2026).

Pelatihan kerja yang memanfaatkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini diikuti oleh 96 peserta. Pada tahap pertama, peserta mengikuti pelatihan pada enam bidang kompetensi, yakni Tata Boga, Processing Pembuatan Roti dan Kue, Desain Grafis Muda, Computer Technical Support, Tata Rias Kecantikan (Make Up Artist/MUA), serta Service Sepeda Motor Injeksi.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat usia produktif.

"Pelatihan ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk bekerja maupun berwirausaha. Pekerjaan itu tidak harus selalu dicari, tetapi juga bisa diciptakan. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi diri," kata Ning Ita, Rabu (8/7/2026).

Ning Ita menjelaskan bahwa Pemkot Mojokerto secara konsisten setiap tahun memfasilitasi sekitar 400 warga untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta juga akan mengikuti uji kompetensi guna memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.

Sertifikasi BNSP dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Menurut Ning Ita, keberadaan sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang yang lebih besar untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.

"Saat ini masih ada sekitar 3.500 warga Kota Mojokerto usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan yang layak. Karena itu, kami terus menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran," terangnya.

Kepada seluruh peserta, Ning Ita berpesan agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, karena ilmu dan sertifikat kompetensi merupakan bekal yang jauh lebih berharga untuk masa depan.

"Ilmu yang didapatkan hari ini akan menjadi bekal untuk masa depan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga," pesan Ning Ita.

Melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang bersinergi dengan UPT BLK Mojokerto, Pemkot Mojokerto berharap semakin banyak angkatan kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Tidak hanya itu, selama mengikuti pelatihan, para peserta juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial berupa asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan.

Selain diikuti oleh para angkatan kerja, pelatihan ini juga diprioritaskan bagi warga usia produktif yang merupakan kelompok rentan dalam desil satu sampai empat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/DTSEN). (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow