Api Dekati Jalur Sutet, BNPB Terjunkan Helikopter Water Bombing di Kotim
BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing untuk memadamkan karhutla di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Api telah membakar lahan selama lima hari dan mendekati jalur SUTET.
JAKARTA - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memasuki tahap pemadaman udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua helikopter water bombing untuk menekan penyebaran api yang semakin meluas dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Langkah tersebut diambil setelah kebakaran terjadi secara sporadis di sejumlah lokasi dengan kondisi medan yang menyulitkan proses pemadaman dari darat, terutama karena keterbatasan akses dan jauhnya sumber air.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan dua helikopter difokuskan untuk melakukan pengeboman air di kawasan Desa Eka Bahurui dan wilayah perbatasan Desa Soren–Camba.
"Ada dua unit helikopter yang diterjunkan oleh BNPB dengan sasaran Desa Eka Bahurui dan perbatasan Desa Soren-Camba," ujar Multazam di Sampit, Rabu (8/7/2026).
Api Dekati Jalur SUTET
Menurut Multazam, kebakaran di Desa Eka Bahurui telah berlangsung selama lima hari tanpa berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kobaran api terus meluas dan kini berada di area yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi karena mendekati Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
"Kebakaran di Eka Bahurui ini sudah masuk kategori membahayakan karena dekat dengan SUTET listrik. Jangan sampai menimbulkan masalah baru," katanya.
Kondisi tersebut membuat pemadaman melalui udara menjadi pilihan utama untuk mempercepat pengendalian api sebelum menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Titik Api Baru Muncul di Perbatasan Desa
Selain di Desa Eka Bahurui, kebakaran juga terdeteksi di kawasan perbatasan Desa Soren dan Camba, Kecamatan Kota Besi.
Lokasi tersebut menjadi prioritas kedua dalam operasi water bombing karena api berpotensi meluas ke kawasan sekitar apabila tidak segera dikendalikan.
"Water bombing ini diharapkan bisa mengurangi perluasan area yang terbakar. Selanjutnya tentu diharapkan bisa memadamkan kebakaran," ujar Multazam.
Hingga Rabu sore, proses pemadaman udara masih berlangsung. Luas lahan yang terbakar di kedua lokasi masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Tim Darat Tetap Bersiaga
Selain operasi udara, Tim Reaksi Cepat BPBD Kotawaringin Timur tetap disiagakan di lapangan untuk memantau perkembangan kebakaran serta mengantisipasi munculnya titik api baru.
Koordinasi antara tim darat dan awak helikopter dilakukan agar proses pemadaman berlangsung lebih efektif, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca saat ini meningkatkan risiko penyebaran api secara cepat.
Pembakaran lahan, meskipun dalam skala kecil, berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar ketika dipicu angin kencang dan vegetasi yang mengering.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.(*)
Apa Reaksi Anda?