Masuk Pedalaman Papua, Satgas TNI Layani Kesehatan dan Bantu Warga Sinak

‎Dipimpin Letda Inf Daniel Nababan, para personel Satgas menyapa warga satu per satu sebelum membagikan bantuan.

Mei 20, 2026 - 19:30
Masuk Pedalaman Papua, Satgas TNI Layani Kesehatan dan Bantu Warga Sinak

PAPUA - Anak-anak berlarian mendekati prajurit TNI yang baru tiba di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (19/5/2026).

Sebagian warga menunggu sambil membawa noken, lainnya duduk di halaman gereja sederhana di tengah dinginnya Pegunungan Tengah Papua.

‎Hari itu, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung (Mtg) tak datang dengan wajah operasi militer. Mereka justru datang membawa pakaian layak pakai, Alkitab, hingga pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat kampung.

‎Dipimpin Letda Inf Daniel Nababan, para personel Satgas menyapa warga satu per satu sebelum membagikan bantuan.

Suasana yang awalnya kaku perlahan berubah hangat. Anak-anak tampak antusias, sementara para orang tua berkumpul menerima bantuan dan memeriksakan kesehatan mereka.

Personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif

‎Bagi masyarakat di wilayah pegunungan yang akses kebutuhan dasarnya masih terbatas, bantuan seperti pakaian dan obat-obatan menjadi sesuatu yang sangat berarti. Apalagi pelayanan kesehatan tidak selalu mudah dijangkau warga Sinak.

‎Personel kesehatan Satgas Yonif 621/Mtg membuka pemeriksaan kesehatan lapangan mulai dari pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi umum, hingga pengobatan ringan secara gratis.

‎“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa keberadaan TNI di sini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu kesulitan warga,” kata Letda Inf Daniel Nababan.

‎Selain bantuan sosial, Satgas juga menyerahkan mushaf Alkitab kepada warga dan tokoh gereja setempat. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat yang hidup di kawasan pedalaman Papua Tengah.

‎Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat pun mendapat sambutan hangat. Warga mengaku senang karena aparat tidak sekadar datang untuk bertugas, tetapi juga mau mendengar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat kampung.

‎Dansatgas Yonif 621/Manuntung Letkol Inf Eko Arif Chrestianto mengatakan pendekatan humanis akan terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Satgas selama bertugas di Papua.

‎“Menjaga Papua bukan hanya soal keamanan wilayah. Yang lebih penting, bagaimana masyarakat merasa aman, diperhatikan dan tidak berjalan sendiri menghadapi keterbatasan,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow