Lion Air Mengudara, Anggota DPR: Jember-Surabaya cuma 40 Menit

Penerbangan komersial yang menghubungkan Bandara Notohadinegoro Jember menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya kembali beroperasi.

Juni 1, 2026 - 19:29
Lion Air Mengudara, Anggota DPR: Jember-Surabaya cuma 40 Menit

JEMBER -

Penerbangan komersial yang menghubungkan Bandara Notohadinegoro Jember menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya kembali beroperasi.

Momentum krusial ini disambut baik sebagai langkah strategis dalam membuka isolasi geografis sekaligus memacu roda perekonomian di kawasan Tapal Kuda.​

Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini.

Ia menegaskan bahwa kembalinya layanan penerbangan komersial ini bukanlah sebuah proses instan yang terjadi secara tiba-tiba.

Melainkan buah dari perjuangan panjang dan diplomasi yang gigih demi menjawab kebutuhan masyarakat.

​"Awalnya dimulai dari banyaknya aspirasi dan permintaan masyarakat Jember yang mendambakan kemudahan akses udara, bahkan ada yang meminta rute hingga ke Kalimantan dan kota-kota lainnya. Alhamdulillah, gerbang awalnya hari ini kami wujudkan melalui rute Jember-Surabaya," ujar Fawait dalam sambutannya, Senin (1/6/2026).

​Lebih lanjut, Fawait mengimbau masyarakat untuk tidak melihat rute ini secara sempit hanya sebagai penghubung antara dua kota di Jawa Timur.

Baginya, rute Jember-Surabaya adalah jembatan udara yang membuka konektivitas global bagi seluruh warga Jember.

​Melalui sistem tiket terintegrasi (connecting flight) di Bandara Juanda, masyarakat Jember kini dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi domestik maupun internasional tanpa proses yang rumit.

​"Dari Surabaya, masyarakat bisa langsung terkoneksi ke Jakarta, kota-kota di luar pulau, bahkan terbang ke Kuala Lumpur, hingga perjalanan ibadah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah," jelas Fawait.

​Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyambut baik langkah berani Lion Group yang kembali menghidupkan rute penerbangan ini.

Menariknya, momen bersejarah ini bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, yang menurutnya menjadi simbol nyata dari pemerataan pembangunan.

​"Hari ini, jika kita ke Surabaya menggunakan jalur darat, kita butuh waktu 5 - 6 jam. Menggunakan kereta api butuh waktu sekitar 4 jam. Namun hari ini, saya membuktikannya sendiri, terbang dari Surabaya ke Jember hanya membutuhkan waktu 40 menit saja," ungkap politisi muda PKB tersebut.

​Menurut Rivqy, efisiensi waktu yang luar biasa ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Sila Kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

"Akses transportasi yang cepat dan layak kini bukan lagi monopoli warga di kota-kota besar saja, melainkan juga hak masyarakat Jember," ungkapnya.​

​Menanggapi adanya pandangan skeptis dari sebagian pihak mengenai konsistensi dan keberlanjutan rute penerbangan ini di masa depan, baik Pemkab Jember maupun DPR RI sepakat bahwa rute ini butuh gotong royong dari semua elemen.​

Pemkab Jember berkomitmen akan melakukan sosialisasi secara masif dan berkelanjutan untuk meyakinkan masyarakat bahwa Bandara Jember kini telah aktif, aman, dan siap melayani mobilitas publik secara berkelanjutan.

​"Tentu kami akan gencar sosialisasikan ini kepada masyarakat luas. Karena kadang-kadang, sebagian masyarakat masih belum percaya kalau Bandara Jember ini benar-benar sudah aktif kembali," tutur Fawait lagi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow