Lawan Inflasi di Bulan Ramadan, Polije Gelar Pameran Inovasi Lewat 1.060 Paket Sembako Bersubsidi
Politeknik Negeri Jember (Polije) menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga kesejahteraan sivitas akademika di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
JEMBER Politeknik Negeri Jember (Polije) menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga kesejahteraan sivitas akademika di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Melalui kolaborasi apik dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polije, institusi pendidikan vokasi ini menyalurkan bantuan berupa 1.060 paket sembako bersubsidi bagi seluruh karyawannya pada Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah di lingkungan kampus ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah strategi cerdas untuk mengintegrasikan kepedulian ekonomi dengan promosi hasil riset dan produksi internal kampus.
Direktur Polije sekaligus Pembina DWP Polije, Saiful Anwar, dalam sambutannya menekankan bahwa langkah ini adalah manifestasi dari nilai kesetiakawanan sosial yang dijunjung tinggi oleh lembaga. Di saat harga pangan meroket menjelang bulan suci Ramadan, kehadiran institusi menjadi oase bagi ketahanan pangan keluarga karyawan.
"Program ini adalah bukti kehadiran institusi bagi para pekerjanya. Namun, yang membuatnya istimewa adalah kehadiran produk-produk unggulan dari Teaching Factory (TEFA) Polije di dalam paket tersebut. Kami ingin karyawan juga menjadi saksi pertama dari kualitas inovasi yang dihasilkan di rumah sendiri," papar Saiful Anwar.
Detail paket yang dibagikan tergolong luar biasa. Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DWP Polije, Yeni Ida Kurniawati Surateno, merincikan bahwa paket yang diterima karyawan memiliki nilai total mencapai Rp645.000. Namun, berkat dukungan subsidi besar dari lembaga senilai Rp525.000, karyawan hanya perlu menebusnya dengan harga Rp120.000.
"Hampir 80 persen isi paket adalah produk hasil karya mahasiswa dan dosen melalui TEFA Polije. Di dalamnya terdapat beras, minyak, dan gula, yang dipadukan dengan produk inovasi seperti susu segar, kopi pilihan, sarden, ice tube, hingga aneka produk bakery," jelas Yeni.
Strategi ini dirancang agar manfaat ekonomi dirasakan secara instan, sembari memperkuat kebanggaan karyawan terhadap produk-produk asli kampus (internal branding).
Menambah semarak suasana, pembagian sembako ini dibarengi dengan Bazar UMKM yang diikuti oleh 22 tenant dari anggota DWP Polije. Bazar ini menjadi wadah bagi para anggota untuk memamerkan unit usaha mereka, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan.
"Kami ingin menciptakan efek domino. Karyawan terbantu dengan sembako murah, dan anggota DWP yang memiliki usaha kecil mendapatkan panggung untuk meningkatkan omzet serta jejaring mereka. Inilah ekosistem ekonomi kreatif yang ingin kita bangun di Polije," tambah Yeni.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Polije berharap beban ekonomi menjelang Ramadan dapat teratasi dengan baik, sekaligus memacu semangat inovasi di lingkungan kampus agar produk-produk TEFA semakin dikenal luas oleh masyarakat luar di masa depan. (*)
Apa Reaksi Anda?