Konflik Timur Tengah, DPRD Bantul Dorong Indonesia Aktif Suarakan Perdamaian di PBB
Pemerintah Indonesia tidak hanya perlu menyuarakan sikap damai di forum internasional, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya mendamaikan pihak yang sedang berkonflik.
BANTUL Anggota DPRD Bantul, Herry Fahamsyah, menyatakan keprihatinannya terhadap krisis di kawasan Timur Tengah yang menimbulkan banyak korban, termasuk dari kalangan sipil.
Menurutnya, konflik yang terjadi tidak hanya berdampak pada pihak yang terlibat perang, tetapi juga menyasar masyarakat sipil serta fasilitas umum yang tidak berkaitan dengan aktivitas militer.
“Kami cukup prihatin dengan krisis yang terjadi di Timur Tengah. Apalagi kami melihat ada korban dari rakyat sipil, bahkan sekolah serta gedung-gedung objek vital yang tidak terkait dengan militer turut terdampak,” ujar Herry, Senin (9/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam menyerukan perdamaian.
Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak hanya perlu menyuarakan sikap damai di forum internasional, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya mendamaikan pihak-pihak yang sedang berkonflik.
“Indonesia selaku negara anggota PBB kami harapkan aktif menyerukan perdamaian. Syukur-syukur bisa mengambil peran untuk mendamaikan kedua belah pihak yang sedang berperang,” katanya.
Herry juga menilai konflik yang berkepanjangan akan berdampak luas terhadap perekonomian global. Salah satunya terkait gangguan distribusi energi dunia.
Ia mencontohkan penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang disebut dilakukan oleh Iran, sehingga berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia.
“Perang ini sangat berdampak terhadap ekonomi global. Salah satunya dengan ditutupnya Selat Hormuz yang sangat memengaruhi pasokan minyak dunia. Terbukti harga minyak dunia mengalami lonjakan yang signifikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perang hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak, baik negara yang terlibat langsung maupun negara lain yang terdampak secara ekonomi.
“Apapun alasannya, perang hanya akan menimbulkan kerugian, baik bagi negara yang berperang maupun bagi perekonomian global,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?