Ketika 32 Cabor Menanti Kepastian: DPRD Majalengka Bergerak Kawal Mimpi Atlet Porprov
Kepastian dukungan anggaran mengemuka dalam audiensi antara Forum Koordinator Cabang Olahraga (Cabor) Kabupaten Majalengka dengan Komisi IV DPRD Majalengka
MAJALENGKA - Di balik target prestasi yang ingin diraih Kabupaten Majalengka pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) 2026, ada perjuangan panjang para atlet yang telah berhasil melewati babak kualifikasi.
Kini, perhatian tertuju pada satu hal yang dinilai krusial untuk menjaga asa tersebut tetap hidup, yakni kepastian dukungan anggaran.
Persoalan itu mengemuka dalam audiensi antara Forum Koordinator Cabang Olahraga (Cabor) Kabupaten Majalengka dengan Komisi IV DPRD Majalengka yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Majalengka, Rabu (3/6/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Majalengka serta puluhan pengurus cabang olahraga yang datang membawa harapan agar persiapan menuju Porprov tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran.
Koordinator Cabor Kabupaten Majalengka, H. Anang, menjelaskan bahwa audiensi dilakukan sebagai tindak lanjut dari berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan pengurus cabang olahraga terkait kesiapan daerah menghadapi pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, para pengurus cabor membutuhkan kepastian mengenai dukungan pemerintah daerah terhadap program pembinaan dan persiapan atlet yang akan bertanding membawa nama Majalengka.
"Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi dan pertanyaan dari teman-teman pengurus cabang olahraga terkait persiapan menghadapi Porprov," ujar Anang.
Ia mengungkapkan bahwa usulan kebutuhan anggaran telah diajukan melalui mekanisme resmi kepada Dispora Kabupaten Majalengka. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah daerah terkait realisasi anggaran yang dibutuhkan.
"Kami sudah mengajukan anggaran. Saat ini tinggal menunggu keputusan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majalengka, Uju Gustiawan, menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi tahun yang padat bagi dunia olahraga Majalengka.
Sejumlah agenda besar telah menanti, mulai dari Porsenitas di Cirebon, Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), hingga puncaknya Porprov Jawa Barat yang akan berlangsung di Bekasi pada November mendatang.
Namun demikian, fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan kontingen Majalengka menghadapi Porprov setelah mencatat capaian membanggakan pada babak kualifikasi.
Dari total 43 cabang olahraga yang mengikuti proses kualifikasi, sebanyak 32 cabang olahraga berhasil lolos dan berhak tampil pada putaran final Porprov 2026.
"Ini merupakan hasil perjuangan para pengurus cabang olahraga dan atlet pada babak kualifikasi. Dari 43 cabang olahraga, sebanyak 32 cabang berhasil lolos dan akan tampil di Porprov," ujar Uju.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Majalengka untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah di tingkat Jawa Barat.
Namun, keberhasilan itu membutuhkan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, termasuk pelaksanaan Training Center (TC) dan pemenuhan kebutuhan operasional atlet.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka, Gugun Sugiana, mengatakan bahwa audiensi digelar sebagai respons atas surat yang disampaikan Forum Cabor.
DPRD sengaja mempertemukan para pengurus cabang olahraga dengan Dispora agar seluruh persoalan dapat dibahas secara terbuka dan terkoordinasi.
Menurut Gugun, aspirasi yang disampaikan para pengurus cabor merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan olahraga Majalengka yang harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Keluh kesah teman-teman cabang olahraga sudah kami dengar. Kami memahami kebutuhan mereka dan menyadari pentingnya dukungan untuk menghadapi Porprov," ujarnya.
Dalam pembahasan tersebut terungkap bahwa Dispora mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,89 miliar.
Anggaran tersebut diperuntukkan bagi program pemusatan latihan, pembinaan atlet, serta kebutuhan operasional seluruh cabang olahraga yang telah lolos babak kualifikasi.
Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar enam bulan sebelum Porprov berlangsung, DPRD menilai pencairan anggaran tidak boleh tertunda.
Karena itu, Komisi IV mendorong agar kebutuhan anggaran dapat dipenuhi melalui mekanisme pergeseran anggaran tanpa harus menunggu pembahasan APBD Perubahan, sehingga proses persiapan atlet dapat segera berjalan secara maksimal.
Sebagai bentuk komitmen konkret, Komisi IV DPRD Majalengka akan menyusun nota komisi yang ditujukan langsung kepada Bupati Majalengka.
Nota tersebut diharapkan menjadi instrumen politik dan administrasi untuk mempercepat realisasi anggaran yang dibutuhkan para atlet.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perjuangan para atlet Majalengka menuju Porprov tidak hanya berlangsung di arena latihan, tetapi juga mendapat dukungan dari lembaga legislatif yang berupaya memastikan seluruh kebutuhan pembinaan dapat terpenuhi tepat waktu.
Dengan dukungan anggaran yang memadai, Kabupaten Majalengka berharap 32 cabang olahraga yang telah lolos babak kualifikasi mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik pada ajang Porprov Jawa Barat 2026. (*)
Apa Reaksi Anda?