Kitab Majabangkit Kota Mojokerto 2026 Bangkitkan Semangat 3 Era
Kirab Mojobangkit 2026 di HUT ke-108 Kota Mojokerto mengusung tema "Banjaran Mojopahit" (3 era Majapahit). Wali Kota Ning Ita: implementasi misi Panca Cita, jaga sejarah dan ekonomi.
MOJOKERTO - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto sukses menggelar Kirab Mojobangkit di HUT ke-108 di Alun-alun Wiraraja, Kota Mojokerto, Sabtu (27/6/2026). Kitab Majabangkit 2026 kali mengusung tema “Banjaran Mojopahit” yakni memvisualisasikan 3 era Majapahit pada masa Diyah Wijaya, Tribuana Tunggadewi, dan Era keemasan yakni Hayam Wuruk.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan bahwa kirab ini menjadi agenda rutin tahunan Kota Mojokerto dalam upaya memperingati HUT Ke-108 Kota Mojokerto.
“Kirab ini diselenggarakan dalam semangat kita mewujudkan visi Kota Mojokerto agar ke depan terwujud menjadi Kota yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan,” tegas Ning Ita, sapaannya, (27/6/2026).
Ning Ita menambahkan bahwa Kirab Majabangkit ini adalah implementasi misi Panca Cita Kota Mojokerto, khususnya kedua yakni Ketahanan Sosial dan Budaya melalui Peningkatan Kesejahteraan Sosial. Serta mendukung terwujudnya masyarakat yang berdaya dan memperkecil ketimpangan sosial.
“Event ini berhasil digelar sejak tahun 2019 hingga 2026. Mojobangkit secara filosofis mengandung makna Kebangkitan Kota Mojokerto pada berbagai segmen kehidupan masyarakat,” terangnya.
Ning Ita menjelaskan bahwa Mojobangkit 2026 ini membawa tagline “The Spirit of Majapahit”. Mojobangkit menampilkan visualisasi dan memberikan makna agar Kota Mojokerto tidak melupakan sejarah bangsanya.
“Sebagaimana yang disampaikan Bung Karno, Jas Merah yang artinya jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat, dan menjadikan sejarah bangsa sebagai pondasi perjuangan masa kini, sekarang, dan masa depan,” tegasnya.
“Kirab Mojobangkit ini adalah bentuk konkret dalam menjaga kesinambungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan,” sambungnya.
Ning Ita berharap agar ke depan Kirab Mojobangkit 2026 ini menjadi ikon penggerak kebudayaan Kota Mojokerto. Disamping juga untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat Kota Mojokerto.
“Saya berharap Kirab Budaya Mojobangkit menjadi ikon tahunan Kota Mojokerto yang bisa melibatkan seluruh elemen masyarakat secara langsung,” pungkasnya.
Apa Reaksi Anda?