Tim Seniman Mural Surabaya Juarai Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 di Lamongan
Tim dari Kota Pahlawan tersebut sukses memukau dewan juri dan menyisihkan 17 tim tangguh lainnya dari wilayah Gerbangkertasusila Plus dan Pantura.
LAMONGAN - Goresan kuas sarat makna bertajuk 'Api Perjuangan Lintas Zaman' mengantarkan tim seniman mural asal Surabaya, Jejak Sang Fajar, menyabet trofi Juara I dalam ajang Festival Mural Bulan Bung Karno 2026.
Kompetisi visual bergengsi ini sukses menyulap markas DPC PDI Perjuangan Lamongan menjadi galeri seni publik yang sarat akan semangat nasionalisme.
Tim dari Kota Pahlawan tersebut sukses memukau dewan juri dan menyisihkan 17 tim tangguh lainnya dari wilayah Gerbangkertasusila Plus dan Pantura.
Karya mereka dinilai paling ekspresif dalam menerjemahkan ideologi Trisakti dan Marhaenisme ke dalam visual kontemporer yang estetik serta mudah dipahami oleh generasi muda.
Penilaian Ketat Dewan Juri
Proses penentuan pemenang berlangsung kompetitif melalui penilaian ketat dari tim juri.
Dewan penilai terdiri dari Kanya Catnya (Juri I), Hendy Prayoga (Juri II), dan Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi (Juri III).
"Kriteria penilaian yang kami terapkan sangat ketat, meliputi Kesesuaian Tema (30 persen), Orisinalitas Gagasan (25 persen), Teknik dan Komposisi Visual (25 persen), serta Penyampaian Pesan (20 persen)," ujar Hendy Prayoga saat membacakan keputusan juri di Lamongan, Minggu (28/6/2026) malam.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Tim Jejak Sang Fajar yang melukis di Dinding B keluar sebagai Juara I dengan raihan poin tertinggi sebesar 282 poin.
Berikut daftar lengkap pemenang Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 Lamongan:
- Juara I: Tim Jejak Sang Fajar (Dinding B) – 282 Poin
- Juara II: Tim Mural Literasi (Dinding N) – 238 Poin
- Juara III: Tim Sarirogo (Dinding C) – 230 Poin
- Juara Harapan I: Tim Ujik Sang Juara (Dinding H)
- Juara Harapan II: Tim Satu Jiwa (Dinding L)
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada seluruh 13 tim peserta yang telah berpartisipasi.
Di mana semua peserta termasuk Juara Harapan III dan seterusnya tetap membawa pulang hadiah hiburan senilai Rp 400 ribu sebagai wujud penghargaan atas partisipasi seni mereka.
Jembatan Nilai Founding Father ke Generasi Z
Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jatim, Didik Nurhadi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada DPC PDI Perjuangan Lamongan serta seluruh seniman yang terlibat sejak pagi hingga malam hari.
Menurutnya, antusiasme ini membuktikan bahwa Bung Karno selalu menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering.
"Pesan saya kepada 18 muralis, kebudayaan memiliki peran yang sangat strategis di dalam tantangan zaman saat ini. Peran budayawan dan seniman harus bisa menjadi jembatan atas nilai-nilai dari Founding Father terhadap masyarakat saat ini," ucap Didik.
Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyoroti pentingnya perubahan pendekatan komunikasi bagi Generasi Z.
Pria yang akrab disapa Mas Wabup Dirham ini menegaskan bahwa mahakarya mural di dinding kantor DPC ini bersifat permanen dan tidak akan dicat ulang, sebagai investasi jangka panjang dalam merawat ruang seni.
"Generasi muda sekarang lebih mudah menangkap pesan-pesan nilai melalui audio visual, salah satunya lewat bentuk mural," kata Mas Wabup Dirham.
"Ini langkah bahwa instrumen atau platform boleh berganti, tapi kontennya tetap sama. Bagaimana cara kita menyampaikan pesan itu supaya melekat di hati pemuda Indonesia," sambungnya.
Ia menambahkan, esensi dari kegiatan ini adalah menjaga api perjuangan Bung Karno agar tetap abadi, sejalan dengan tagline Satyam Eva Jayate yang berarti Kebenaran Pasti Menang.
"Selain festival mural, DPC PDI Perjuangan Lamongan juga beradaptasi dengan teknologi modern melalui penyelenggaraan lomba video berbasis AI (Artificial Intelligence) untuk memberikan ruang ekspresi yang lebih luas bagi pemuda," ucapnya.
Suka Pemikiran Bung Karno
Ketua Tim Jejak Sang Fajar, Andreanus Gunawan, mengaku sangat bangga atas kepercayaan dewan juri yang memilih karya timnya sebagai yang terbaik.
Ia menceritakan bahwa karya mereka mengambil tema 'Merdeka Berdikari Gotong Royong Indonesia Raya' dengan judul spesifik 'Bung Karno dan Generasi Masa Depan'.
Menariknya, Andreanus mengaku secara personal bukan seorang penggemar fanatik, melainkan pengagum berat pemikiran dan kharisma Bung Karno.
Ia bahkan kerap melukis wajah Sang Proklamator di atas kanvas untuk dipamerkan di Balai Pemuda Surabaya.
"Artinya, generasi muda saat ini harusnya mempelajari semangat api perjuangan yang dilakukan oleh Bung Karno saat itu dan diimplementasikan di masa sekarang serta masa yang akan datang," tutur Andreanus.
"Terima kasih atas kepercayaan dewan juri, semoga karya kami dan seluruh peserta bisa memberikan pesan dan kesan mendalam bagi masyarakat Lamongan," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?