Film Komedi Sci-fi 'Foufo' Libatkan Pemain Madura dan Studio Lokal Surabaya
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk komitmen penghormatan terhadap talenta kreatif lokal di tengah gempuran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
SURABAYA - Puluhan penonton tak henti menahan tawa saat melihat aksi kocak para pemain dan jalan cerita dalam acara special screening film 'Foufo' di Kencana Baja Hall Surabaya, Minggu (28/6/2026).
Film persembahan Skak Studios dan Sinemart ini memang mengangkat kisah unik dan lucu bergenre komedi fiksi ilmiah atau sci-fi.
Kisah bermula saat sekelompok alien alias UFO jatuh ke bumi dan ditemukan keluarga Madura yang ingin naik haji.
Maka, mereka menyebutnya dengan kata pengulangan fo-u-fo dengan dialek Madura kental. Setiap cuplikan adegan membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.
Lebih unik dan mantap lagi, karena para pemain memang merupakan warga Surabaya dan Madura.
Ketika mencari pemain untuk film 'Foufo', Bayu Skak selaku produser dan sutradara bersama dan Sinemart menggelar open casting di Surabaya Utara.
Casting melibatkan lebih dari 2.500 peserta dari berbagai penjuru Surabaya dan daerah di Jawa Timur serta Madura.
"Hampir 80 persen pemeran yang ada di film ini berasal dari open casting tersebut, yang juga sebagian besar non-aktor profesional. Termasuk salah satunya adalah pemeran Ibu Saiqona yang memiliki peran penting di film, diperankan oleh Siti Kam, yang ditemukan dari open casting," kata Bayu.
Tak hanya itu saja. Film 'Foufo' juga berkolaborasi dengan studio lokal asal Surabaya, Hompimpa, untuk mendesain dan mengembangkan animasi karakter aliennya.
Kualitas yang dihasilkan pun tak kalah dengan hasil dari studio nasional dan internasional.
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk komitmen penghormatan terhadap talenta kreatif lokal di tengah gempuran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Bayu mengaku bangga dan senang menjadikan Surabaya sebagai bagian dari perjalanan film 'Foufo'.
Ia ingat betul proses saat open casting yang ikut mencapai 2.500 peserta di salah satu mal di Surabaya Utara.
"Itu jadi rekor untuk kami, dan ternyata antusiasmenya sangat tinggi sekali untuk warga di Surabaya, Jawa Timur, dan Madura,” ujar produser dan sutradara film ini.
Press Conference film 'Foufo' di Kencana Baja Hall Surabaya sendiri sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian special screening dan Madura Fest 'Foufo'.
Usai menggelar press conference, para pemeran dan sutradara hadir di Madura Fest 'Foufo', dilanjutkan dengan special screening film 'Foufo' di Kaza Mall Surabaya.
Penonton menyambut dengan meriah dan antusias. Seluruh tiket habis terjual. Film 'Foufo' turut disponsori oleh Kencana Baja Ringan.
“Tak hanya sebagai lokasi open casting, tapi kami juga mengajak seluruh talenta kreatif dan warga di Surabaya dan Jawa Timur menjadi bagian dari film ini. Untuk itu, special screening pertama film 'Foufo' kami hadirkan di Surabaya,” tambah Bayu.
Film 'Foufo' disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto.
Film ini dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Jafar, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.
Film 'Foufo' menceritakan tentang alien yang jatuh ke keluarga Madura, saat Muslim (diperankan Tretan Muslim), anak muda dari keluarga Madura yang bekerja sebagai pengepul rongsokan terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya.
Di luar dugaan, teknologi canggih 'Foufo' berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan 'Foufo' kehabisan energi.
Muslim kini dihadapkan pada dilema: memberangkatkan haji ibunya, atau membantu 'Foufo' pulang ke kapal induknya?
Bagi Tretan Muslim, 'Foufo' menjadi pengalaman perdananya sebagai pemeran utama.
Berbeda dengan penampilannya di konten-konten yang sering berseliweran di media sosial, di film ini ia harus menunjukkan lapisan emosi yang sangat jauh berbeda.
“Tantangannya di film 'Foufo', selain harus akting serius dan sedih, saya ngomong tiga bahasa di sini: Madura, Indonesia, dan Jawa,” ungkap Tretan Muslim mengenai tantangan di film ini.
"Di mana saya sudah lama tidak berbahasa Madura. Terus harus berbahasa Jawa dialek Surabaya, yang bukan bahasa saya sehari-hari. Jadi kadang pas take itu sering tertukar," imbuhnya.
Namun, ia sangat mengapresiasi pada keberanian Bayu dan film 'Foufo' yang memberikan kesempatan ke para pemain yang notabene banyak dari mereka itu latar belakangnya bukan aktor profesional.
"Tapi di film ini orang Surabaya, Jawa Timur, dan Madura patut berbangga, karena semua yang terlibat memberikan penampilan terbaik mereka,” tambah Muslim.
Sementara itu, Siti Kam, salah satu pemeran yang dihasilkan dari open casting mengungkapkan kebahagiannya bisa dipercaya untuk memerankan Ibu Saiqona, ibu dari karakter Muslim yang bercita-cita naik haji.
“Senang sekali mendapat kesempatan dari Mas Bayu Skak bersama Skak Studios dan Sinemart,” ungkap Siti Kam.
"Ini pengalaman pertama saya akting dan bermain film di usia 63 tahun, bangga sekali bisa berkarya bersama teman-teman dari Madura, Surabaya, dan Jawa Timur di film ini," sambungnya.
'Foufo' bakal tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026 dan akan tayang lebih dulu di Kota Surabaya.
Hal ini menjadi bentuk penghormatan kreatornya, sutradara Bayu Skak, yang mengawali perjalanan film ini di Kota Surabaya.(*)
Apa Reaksi Anda?