Film Autopsy: Dead Body Can Talk Angkat Kisah Ahli Forensik dr Hastry

Dalam keterangannya Ozan menyebutkan bahwa Autopsy: Dead Body Can Talk mengajak penonton untuk melihat sebuah kasus kematian dari POV medis dari autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik.

April 20, 2026 - 14:34
Film Autopsy: Dead Body Can Talk Angkat Kisah Ahli Forensik dr Hastry

JAKARTA - Penggemar dunia forensik investigasi boleh skip film ini. Autopsy: Dead Body Can Talk yang mengangkat kisah nyata dokter forensik bernama Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM.

Ia adalah perwira tinggi Polri sekaligus ahli forensik terkemuka di Indonesia. Dr Hastry berpengalaman dalam mengidentifikasi korban bancana dan berbagai kasus kriminal, seperti Bom Bali 1, korban pembunuhan Mirna Salihin dan kecelakaan pesawat MH17, termasuk kasus Subang dan Brigadir J. 

Berbagai kasus itu diangkat ke layar lebar dengan mengusung genre thriller investigatif- horor supranatural. 

Autopsy: Dead Body Can Talk, disutradarai oleh Ozan Ruz dengan produser Fariz Stanzah dan Marsa Moesa. Sedangkan Rina Sry Nirwana tarigan bertindak sebagai eksekutif produser. 

Film ini makin menjanjikan karena dibintangi oleh Masayu Anastasia, Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, Ge Pamungkas dan Ryuka Bunga. 

Sesuai judulnya, Autopsy: Dead Body Can Talk, menggambarkan tubuh manusia yang sudah meninggal dunia bisa menjadi saksi yang menyimpan kebenaran di balik sebuah kematian. 

Dalam keterangan tertulisnya Ozan menyebutkan bahwa film ini bukan sekadar film kriminal biasa. Film ini mengajak penonton untuk melihat sebuah kasus kematian dari POV medis dari autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik. 

Untuk menghasilkan film yang benar-benar realistis tim produksi, termasuk sutradara dan penulis naskah melakukan riset mendalam tenatng bagaimana otopsi dilakukan. "Kami menampilkan adegan otopsi terasa nyata namun tetap berbasis pada ilmu pengetahuan," tulisnya. 

Ia berharap pendekatan itu bisa menjadi sarana edukasi bagi penonton mengenai dunia forensik yang jarang terekspose. 

Dari trailer yang sudah dirilis, tampak ketegangan yang terjadi. Video dibuka dengan penemuan mayat perempuan di sebuah jembatan. Perempuan itu terluka di bagian leher. 

Ditampilkan pula adegan dr Hastry membelah jasad di bagian leher dengan sangat hati-hati. Adegan lain yang tak kalah menegangkan saat dr Hastry mengalami teror. 

Trailer Autopsy: Dead Body Can Talk memicu perdebatan netizen. Ada yang berkespektasi tinggi terhadap film Indonesia ini, di sisi lain banyak yang meragukan kualitas cerita. 

"Temanya bagus, semoga aja nggak horor seperti yang sudah-sudah," kata netizen.

Pengguna YouTube lainnya juga bilang kalau film medis seperti ini cukup medis saja yang murni, tidak usah bumbu horor apalagi ada jumpscarenya. "Sepertinya harus belajar ke drama korea Partner for Justice, murni medis tentang otopsi hingga menemukan alasan kematiannya, ga ada tuh horornya, ceritanya pun masuk akal," sahut yang lain. 

"Wah akhirnya Indonesia punya film tentang dokter forensik, jaya film Indonesia,: tulis netizen yang mendukung positif film ini. 

Film yang diangkat kisah nyata dr Hastry Autopsi: Dead Body Can Talk akan segera tayang di bioskop Indonesia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow