Pengawasan Katering Haji di Madinah Diperketat, Dilakukan Tiga Tahap hingga Distribusi

Pengawasan katering haji di Madinah dilakukan tiga tahap setiap hari untuk memastikan kualitas, keamanan, dan higienitas makanan bagi jemaah Indonesia tetap terjaga.

April 20, 2026 - 14:29
Pengawasan Katering Haji di Madinah Diperketat, Dilakukan Tiga Tahap hingga Distribusi

MADINAH - Pengawasan layanan katering bagi jemaah haji Indonesia di Madinah dilakukan secara ketat melalui tiga tahapan, mulai dari proses produksi hingga distribusi ke hotel tempat jemaah menginap.

Perwakilan tim pengawas dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Nova MH, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh setiap hari untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga.

“Pengawasan dilakukan dalam tiga tahap, yakni mulai dari penyimpanan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan dan pengantaran ke hotel,” ujar Nova, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, pengecekan dilakukan tiga kali sehari, mengikuti jadwal makan jemaah, yakni pagi, siang, dan malam. Untuk makan pagi, pengawasan dilakukan sejak dini hari sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 waktu setempat. Sementara untuk makan siang dilakukan pukul 06.00 hingga 09.00, dan makan malam pada pukul 12.00 hingga 15.00.

Dalam proses pengawasan, tim memastikan kualitas bahan baku, baik yang mudah rusak (perishable) seperti daging, ayam, dan ikan, maupun bahan kering (groceries) seperti bumbu. Seluruh bahan diperiksa setiap hari untuk memastikan kesegaran dan kelayakan penggunaan.

Selain itu, pengawas juga memastikan proses produksi sesuai dengan standar resep dan menu yang telah ditetapkan. Tahap berikutnya adalah pengecekan pengemasan, termasuk memastikan porsi makanan sesuai standar Kementerian Haji dan Umrah.

“Porsi makanan sudah ditentukan, yakni sekitar 170 gram nasi, 80 gram lauk protein seperti daging atau ayam, serta 75 gram sayuran,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas makanan hingga diterima jemaah, suhu makanan menjadi salah satu indikator utama. Tim memastikan makanan tetap dalam kondisi panas dengan suhu minimal 60 hingga 70 derajat Celsius selama proses distribusi.

“Pengawasan suhu penting agar makanan tetap layak konsumsi dan tidak mengalami penurunan kualitas,” katanya.

Dari sisi menu, makanan yang disajikan didominasi menu Indonesia dengan variasi sumber protein seperti daging sapi, ayam, ikan, dan telur. Sementara sayuran yang tersedia antara lain wortel, kembang kol, kentang, serta tambahan bahan seperti paprika dan jamur.

Buah-buahan yang disajikan meliputi apel, jeruk, dan pir, serta tambahan makanan penutup seperti puding untuk makan siang dan malam.

Aspek higienitas juga menjadi perhatian utama dalam pengawasan. Tim memastikan seluruh petugas dapur menerapkan standar kebersihan, seperti menggunakan penutup kepala (hairnet), sarung tangan, dan masker selama proses pengolahan makanan.

Di Madinah, terdapat 23 perusahaan katering yang dilibatkan untuk melayani seluruh jemaah haji Indonesia. Seluruhnya berada dalam pengawasan tim guna memastikan standar kualitas, keamanan, dan kelayakan makanan tetap terjaga. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow