Ribuan Warga Serbu Gunungan Tumpeng Raksasa di Selamatan Desa Bumiaji

Ribuan warga memadati Selamatan Desa Bumiaji di Kota Batu dengan tradisi Kirab Tumpeng Hasil Bumi sebagai wujud syukur atas panen sekaligus pelestarian budaya lokal.

Juni 27, 2026 - 18:01
Ribuan Warga Serbu Gunungan Tumpeng Raksasa di Selamatan Desa Bumiaji

BATU - BATU - Ribuan masyarakat memadati Rest Area Gelora Arjuna, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (27/6/2026), untuk mengikuti Kirab Tumpeng Hasil Bumi dan Pawai Murak Berkat Hasil Bumi.

Suasana semakin meriah saat belasan gunungan tumpeng raksasa berisi aneka hasil bumi menjadi rebutan warga. Sayuran, buah-buahan, hingga hasil pertanian lainnya habis dalam hitungan menit setelah panitia mempersilakan masyarakat mengambil isi gunungan.

Sejak siang, warga telah memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi kirab 12 gunungan tumpeng raksasa yang mewakili seluruh RW di Desa Bumiaji. Gunungan diangkut menggunakan mobil pikap dan dihias dengan beragam komoditas pertanian sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen serta keberkahan alam Bumiaji.

Saat prosesi perebutan dimulai, ribuan warga langsung berdesakan dan memanjat gunungan tumpeng. Mereka saling mengulurkan tangan untuk mendapatkan sayuran, buah-buahan, maupun hasil bumi lainnya. Meski berlangsung ramai, wajah-wajah bahagia tetap terlihat dari masyarakat yang mengikuti tradisi tahunan tersebut.

Salah seorang warga, Siti, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk merasakan kemeriahan Selamatan Desa Bumiaji. Baginya, tradisi tersebut bukan semata-mata tentang membawa pulang hasil bumi.

"Saya ikut bukan karena ingin berebut hasil buminya, tetapi lebih menikmati keseruannya. Suasananya penuh canda tawa, ramai, dan menjadi momen berkumpul bersama warga," ujarnya.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengatakan Selamatan Desa merupakan bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus doa bersama agar hasil pertanian terus melimpah dan kehidupan warga semakin sejahtera.

"Semoga masyarakat Bumiaji semakin makmur, sehat, dan sejahtera dalam segala hal. Semoga para petani selalu diberikan hasil panen yang melimpah sehingga kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Yang paling penting, bisa terbebas dari utang-utang," katanya usai membuka acara.

Selain menjadi atraksi budaya yang menyedot ribuan pengunjung, tradisi perebutan gunungan hasil bumi juga menjadi simbol kuat kebersamaan masyarakat Desa Bumiaji.

"Nilai gotong royong, rasa syukur kepada Tuhan, serta penghormatan terhadap hasil bumi dan kerja keras para petani menjadi pesan utama yang terus dijaga agar tetap hidup dari generasi ke generasi," urainya.

Sementara itu, Kepala Desa Bumiaji, Edy Suyanto, berharap tradisi Selamatan Desa tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi doa bersama bagi kemajuan desa dan seluruh warganya.

"Melalui Selamatan Desa Bumiaji ini, kami berharap desa semakin makmur, aman, tenteram, damai, dan sejahtera. Semoga seluruh masyarakat diberikan kemudahan dalam mencari rezeki serta meraih kesuksesan di bidangnya masing-masing," ujar Jabo, sapaannya.

Selamatan Desa Bumiaji tahun ini mengusung tema "Hametri Bumi Kang Aji" yang bermakna menjaga, merawat, dan melestarikan Bumiaji sebagai warisan luhur bagi generasi mendatang.

"Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun," tuturnya.

Selain kirab gunungan tumpeng, acara juga dimeriahkan bazar kuliner tradisional yang menampilkan produk-produk warga setempat. Rangkaian Selamatan Desa Bumiaji telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya melalui Festival Jenang Suro yang disambut antusias masyarakat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow