Kemenhaj Imbau Lagi Jemaah Haji Indonesia untuk Hemat Energi dan Jaga Kondisi Fisik
Jubir Kemenhaj Suci Annisa imbau jemaah haji Indonesia hemat energi, batasi ibadah sunnah yang menguras tenaga. Minum air setiap jam, hindari paparan panas pukul 10-16 WAS. Persiapan fisik jelang Armu
MAKKAH - Juru bicara (jubir) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Suci Annisa mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menghemat energi dan menjaga kondisi fisik sebaik mungkin.
Menurutnya, fase puncak ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik jemaah haji Indonesia yang prima, daya tahan tubuh yang baik serta kemampuan mobilitas yang cukup tinggi termasuk aktivitas berjalan kaki dalam jarak yang tidak sedikit.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai membatasi aktivitas yang tidak mendesak terutama ibadah sunnah yang menguras tenaga secara berlebihan di luar hotel,” ungkap Suci dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu (16/5/2026).
Di cuaca yang panas dan dapat menyebabkan dehidrasi, Suci mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk minum air putih secara rutin, minimal 1 jam sekali meskipun tidak haus agar tidak dehidrasi.
“Hindari paparan panas berlebihan terutama pada pukul 10 hingga 16 Waktu Arab Saudi dengan menggunakan payung, topi, masker serta perlindungan diri lainnya saat beraktivitas di luar hotel,” sebutnya.
Suci juga meminta jemaah haji Indonesia untuk menjaga pola makan secara teratur dan tidak melewatkan waktu makan serta konsumsi makanan bergizi seimbang dan hindari makanan yang dapat mengganggu pencernaan.
Ia juga berharap jemaah haji Indonesia dapat istirahat dan tidur yang cukup agar stamina tetap terjaga menjelang Armuzna. “Gunakan alas kaki yang nyaman dan aman untuk mencegah lecet dan cedera saat berjalan kaki serta jangan memaksakan diri apabila tubuh mulai merasa lelah,” harapnya.
Suci mengatakan, bagi jemaah yang memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung pastikan obat-obatan pribadi selalu tersedia dan dikonsumsi sesuai anjuran dokter.
“Segera laporkan kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti pusing, mual, demam, batuk berat, susah nafas, nyeri dada, atau tanda-tanda kelelahan yang berlebihan. Jangan menunggu kondisi yang memburuk,” tandasnya. (*/MCH)
Apa Reaksi Anda?