Persiapan Haji 2027 Dimulai, Menhaj Tekankan Istithaah Kesehatan dan Layanan Jemaah

Menteri Haji dan Umrah RI meminta persiapan Haji 2027 dipercepat. Istithaah kesehatan menjadi prioritas untuk memastikan jemaah siap beribadah di Tanah Suci.

Juli 25, 2026 - 00:30
Persiapan Haji 2027 Dimulai, Menhaj Tekankan Istithaah Kesehatan dan Layanan Jemaah
JAKARTA -

Penyelenggaraan ibadah Haji 1448 Hijriah/2027 Masehi resmi memasuki tahap persiapan. Mengikuti timeline yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf meminta seluruh jajarannya bergerak lebih cepat agar setiap tahapan dapat diselesaikan tepat waktu.

Langkah percepatan tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas pelayanan kepada jemaah semakin baik, mulai dari proses persiapan di dalam negeri hingga kepulangan ke Tanah Air.

"Penyelenggaraan Haji 2027 sudah berjalan mengikuti timeline Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, kita harus bergerak sekarang, memperkuat koordinasi, menuntaskan setiap tahapan tepat waktu, dan memastikan seluruh layanan benar-benar berorientasi pada kebutuhan jemaah," ujar Irfan Yusuf dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Layanan Haji Tak Hanya Soal Operasional

Menurut Irfan Yusuf, transformasi penyelenggaraan ibadah haji tidak cukup diukur dari kelancaran operasional semata. Kualitas layanan juga harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.

Karena itu, seluruh proses penyelenggaraan haji perlu terus diperkuat agar semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan jemaah yang terus berkembang.

Istithaah Kesehatan Jadi Prioritas

Salah satu fokus utama dalam persiapan Haji 2027 adalah penguatan istithaah kesehatan, yakni kemampuan fisik calon jemaah untuk melaksanakan ibadah haji.

Menhaj menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak boleh hanya menjadi syarat administratif, melainkan bagian dari upaya perlindungan negara terhadap jemaah.

"Istithaah kesehatan bukan sekadar memenuhi persyaratan, tetapi ikhtiar negara untuk melindungi jemaah. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan lebih dini, pembinaannya harus berkelanjutan, sehingga saat berangkat ke Tanah Suci jemaah benar-benar siap secara fisik," katanya.

Ia menambahkan, semakin baik kondisi kesehatan jemaah, semakin besar peluang mereka menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Perkuat SDM dan Tata Kelola

Dalam kunjungannya ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, Irfan Yusuf juga membahas sejumlah agenda strategis bersama jajaran daerah.

Pembahasan meliputi penguatan kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia (SDM), implementasi program istithaah kesehatan, hingga berbagai langkah untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang lebih profesional.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, koordinasi yang kuat, serta komitmen seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Dengan dimulainya tahapan operasional Haji 2027, Kementerian Haji dan Umrah berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin optimal dan memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow