Sebelum For Revenge, Dua Band Indonesia Ini Sudah Lebih Dulu Masuk Soundtrack Spider-Man
For Revenge jadi soundtrack Spider-Man: Brand New Day. Namun sebelumnya, /rif dan Edane sudah lebih dulu membawa nama Indonesia lewat film Spider-Man.
For Revenge menjadi sorotan setelah dipercaya membawakan lagu original untuk Spider-Man: Brand New Day. Namun jauh sebelum itu, dua band Indonesia ternyata sudah lebih dulu membawa nama Tanah Air ke dunia superhero Marvel lewat soundtrack Spider-Man.
Nama band Indonesia kembali terdengar di panggung internasional setelah For Revenge diumumkan sebagai pengisi lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day. Band asal Bandung tersebut membawakan lagu berjudul I Miss You Every Brand New Day yang menjadi bagian dari proyek musik film terbaru Spider-Man.
Kabar tersebut langsung mendapat perhatian besar dari penggemar musik dan pencinta film superhero. Pasalnya, kesempatan mengisi lagu untuk waralaba sebesar Spider-Man bukanlah hal yang datang setiap hari bagi musisi Indonesia.
Namun, For Revenge ternyata bukan musisi Indonesia pertama yang memiliki hubungan dengan soundtrack Spider-Man. Jauh sebelum era Tom Holland mengenakan kostum manusia laba-laba, dua band rock Tanah Air sudah lebih dulu mencatatkan sejarah dengan masuk ke proyek soundtrack film Spider-Man.
Band pertama adalah /rif melalui lagu "Dunia" yang masuk dalam soundtrack film Spider-Man (2002). Film tersebut menjadi salah satu film superhero paling populer pada awal 2000-an dan dibintangi oleh Tobey Maguire sebagai Peter Parker.
Kehadiran lagu /rif dalam soundtrack Spider-Man menjadi momen penting karena memperlihatkan bahwa musik Indonesia mampu bersanding dengan karya-karya internasional. Saat itu, /rif dikenal sebagai salah satu band rock besar Indonesia dengan karakter musik yang kuat dan energi panggung yang khas.
Tidak berhenti sampai di sana, band Indonesia lainnya juga kembali mendapat kesempatan serupa melalui film berikutnya. Edane membawa lagu "Cry Out" ke dalam soundtrack Spider-Man 2 (2004). Lagu tersebut memperkuat jejak musik rock Indonesia di salah satu waralaba film superhero terbesar dunia.
Masuknya karya /rif dan Edane ke soundtrack Spider-Man pada era tersebut menjadi bukti bahwa industri musik Indonesia sebenarnya sudah lama mendapat perhatian dari pasar internasional. Apalagi, kedua band tersebut berasal dari skena rock lokal yang saat itu sedang berkembang pesat.
Kini, hampir dua dekade kemudian, tongkat estafet itu diteruskan oleh For Revenge. Berbeda dengan /rif dan Edane yang hadir dalam era Spider-Man versi Tobey Maguire, For Revenge membawa warna musik alternatif modern ke generasi baru penggemar Marvel.
Kehadiran For Revenge juga menunjukkan perubahan cara studio besar seperti Marvel dan Sony mendekatkan film mereka dengan penonton lokal. Pemilihan musisi dari berbagai negara menjadi strategi untuk menciptakan koneksi emosional yang lebih kuat dengan pasar global.
Bagi industri musik Indonesia, keterlibatan dalam proyek Spider-Man bukan sekadar pencapaian personal sebuah band. Hal ini menjadi simbol bahwa karya musisi lokal mampu menembus batas geografis dan mendapat tempat dalam industri hiburan dunia.
Jika For Revenge menjadi nama terbaru yang membawa Indonesia ke semesta Spider-Man, maka /rif dan Edane adalah pionir yang lebih dulu membuka jalan. Tiga band berbeda generasi tersebut menunjukkan bahwa musik Indonesia memiliki perjalanan panjang dalam menyentuh panggung internasional.
Dari lagu rock era 2000-an hingga musik alternatif masa kini, Spider-Man ternyata memiliki cerita tersendiri dengan musisi Indonesia. Sebuah hubungan unik antara superhero dari dunia komik dan kreativitas musik dari Tanah Air.
Apa Reaksi Anda?